Breaking News:

Hindari Dosa, Polisi Sarankan Orangtua Nikahkan Anaknya yang Tertangkap Mesum di Hotel Kitik-kitik

Kabag Ops Polres Asahan Kompol RD Firman Darwin mengatakan total pasangan mesum yang diamankan ada 33 orang

TRIBUN-MEDAN.com,KISARAN--Kabag Ops Polres Asahan Kompol RD Firman Darwin mengatakan pihaknya sejak Sabtu (10/4/2021) hingga Minggu (11/4/2021) dinihari tadi merazia sedikitnya tiga lokasi penginapan, atau hotel kitik-kitik.

Adapun ketiga penginapan itu berada di sekitar Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Dalam razia kali ini, lanjut Firman, pihaknya mengamankan 33 orang atau 16 pasangan mesum.

Baca juga: Penasaran Lihat Mobil Goyang, Petugas Dapati Pasangan Homo Asyik Bercinta di Stadion

Kemudian, turut diamankan seorang wanita yang diduga tengah menunggu pelanggan.

"Razia kali ini merupakan cipta kondisi jelang bulan suci Ramadan. Kami ingin memberikan rasa nyaman dan tenang bagi mereka yang akan menjalankan ibadah Ramadan," kata Darwin, Minggu.

Dia mengatakan, dalam razia kali ini pihaknya bekerjasama dengan Pemkab Asahan dan TNI.

Selama proses razia berlangsung, tidak ada kendala berarti, meskipun sejumlah pasangan mesum sempat melawan saat diamankan. 

"Setelah diamankan, pasangan mesum ini kami serahkan ke Satpol PP dan Dinas Sosial untuk dibina," katanya.

Baca juga: Diduga Lagi Telanjang saat Mantap-mantap, Pasangan Muda-mudi Panik Pintu Hotel Digedor Satpol PP

Firman memastikan, bahwa kegiatan serupa akan tetap berjalan hingga akhir Ramadan nanti.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Asahan AKP Ilham Harahap menyarankan agar pasangan mesum ini segera dinikahkan saja.

Itu dilakukan guna mengantisipasi perbuatan dosa, yang mungkin akan terus-terusan dilakukan jika lepas pengawasan.

"Sebaiknya orangtua segera menjemput anaknya ini. Saran saya, mereka ini dinkahkan saja," kata Ilham.

Dia mengimbau, bagi orang tua yang memiliki anak remaja perempuan, sebaiknya benar-benar diperhatikan kemana si anak pergi dan dengan siapa si anak keluar.

Menurut Ilham, remaja perempuan lebih rentan menjadi korban kejahatan.

Sehingga, orangtua harus benar-benar memastikan, kemana si anak pergi, apalagi bila sampai tidak pulang ke rumah.(cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved