Breaking News:

Kejati Tangkap Buronan Penguasaan Lahan di Jalan Perintis Kemerdekaan Milik PT KAI

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap buronan kasus penguasan lahan milik PT Kereta Api Indonesia, TS di, Depok, Jawa Barat.

Ilustrasi josephus primus via kompas
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap buronan kasus penguasan lahan milik PT Kereta Api Indonesia, TS di, Depok, Jawa Barat.

Tersangka langsung diterbangkan ke Medan dan diserahkan kepada Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut, untuk diperiksa.

"Selanjutnya akan dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Kepolisian Daerah Sumatera Utara selama 20 hari terhitung mulai tanggal 10 April sampai 29 April 2021," kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Sabtu (10/4/2021).

Sumanggar mengatakan, pada 1996, terjadi sewa menyewa tanah di Jalan Perintis Kemerdekaan antara MAS dengan PT KAI. Kemudian, perjanjian sewa menyewa berlanjut sampai tahun 2003 hingga akhirnya MAS meninggal dunia. Sewa menyewa pun dilanjutkan oleh anaknya, TS.

Tetapi kemudian ada klaim sepihak dari TS, yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik orangtuanya MAS berdasarkan SK Camat.

“Kemudian PT KAI melaporkan hal tersebut dan langsung ditangani oleh Tim Jaksa Penyidik Kejati Sumut," beber Sumanggar.

Kejati Sumut memanggil TS untuk memberikan keterangan terkait penguasaan lahan tersebut. Namun, TS tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.

"Lahan seluas 597 meter persegi yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 2 AA Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Timur, Senin (13/4) dieksekusi berdasarkan izin sita dari Pengadilan Negeri Medan dengan Nomor 13/SIT/Pidsus-Tpk/2020 tanggal 30 Maret 2020 dan surat perintah penyitaan Kajati Sumut Nomor 689/L.2/Fd.1/04/2020 tanggal 6 April 2020," ucapnya.

Sumanggar menjelaskan, walaupun kontrak telah berakhir, TS tetap menguasai lahan dan mengkaplingnya serta menyewakannya ke warga dengan beragam unit usaha.

Berdasarkan penghitungan Kantor Akuntan Publik, kerugian negara dari sewa menyewa lima tahun ke depan dan lima tahun ke belakang atas lahan seluas 597 meter persegi tersebut mencapai Rp 11,255 miliar. (cr21)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved