News Video
OPERASI PEKAT 45 Pasangan Diduga Mantap-mantap Terjaring Razia Dinsos Kota Medan
Menjelang bulan suci Ramadan, petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan melakukan razia di sejumlah hotel kelas melati dan hotel berbasis online.
OPERASI PEKAT 45 Pasangan Diduga Mantap-mantap Terjaring Razia Dinsos Kota Medan
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menjelang bulan suci Ramadan, petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan melakukan razia di sejumlah hotel kelas melati dan hotel berbasis online.
Dalam razia penyakit masyarakat (pekat) ini, sempat terjadi adu mulut antara petugas dan tamu hotel yang menolak diperiksa.
Sekretaris Dinsos Kota Medan, Fakhruddin harahap, mengatakan dalam operasi tersebut pihaknya berhasil menjaring sebanyak 45 orang pasangan mesum.
"Jadi dari 45 orang itu, 33 orang adalah perempuan dan 12 orangnya adalah laki-laki," kata Fakhruddin, Minggu (11/4/2021) malam.
Dalam razia tersebut, ia mengaku melaksankannya bersama petugas gabungan Dinsos Medan. Seperti, Satpol Pamong Praja, dan TNI-Polri.
Ia juga menjelaskan bahwa razia pasangan mesum dilakukan di sejumlah hotel kelas melati Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara.
"Nah, karena mereka mengetahui kedatangan petugas, tamu hotel yang diduga sedang berbuat asusila panik. Bahkan beberapa di antaranya didapati petugas sedang tidak mengenakan pakaian," ucapnya.
Dalam razia tersebut, salah satu pasangan tak dapat menunjukkan bukti bahwasanya mereka berdua suami istri yang sah.
Akhirnya pihak petugas langsung membawa pasangan mesum tersebut ke dalam mobil truk Satpol Pamong Praja.
"Bahkan ada lagi didapati di salah satu hotel berbasis online, di situ petugas sempat terlibat adu mulut dengan tamu hotel. Karena, tamu hotel menolak diperiksa dan berdalih tidak menginap dengan perempuan, sementara di dalam kamar petugas menemukan dalaman wanita yang diduga sedang bersembunyi atau kabur," ungkapnya.
Tak sampai di situ saja, pihak petugas gabungan juga melakukan penyisiran, di kawasan Jalan Iskandar Muda.
Di kawasan tersebut, petugas mendapati sejumlah wanita tuna susila yang sedang mangkal dipinggir jalan.
"Menyadari kedatangan kami, dengan sigap dan cepat para WTS itu pun kabur ke dalam hotel. Tapi, pihak kami tak mau dikelabuhi, makanya kami pun memeriksa hotel dan kami pun mendapati tiga orang WTS dari lokasi tersebut," tuturnya.
Dalam hal ini, Fakhruddin mengatakan saat ini seluruh pasangan mesum yang terjaring dalam razia, sudah dibawa oleh pihaknya ke kantor dinas sosial Kota Medan.
Hal ini dilakukan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
"Dinsos Medan menghimbau kepada masyarakat jelang bulan Suci Ramadan untuk menghargai ibadah umat Muslim. Seperti tidak melakukan tindakan asusila pada saat bulan suci Ramadan," pungkasnya.
16 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Polisi di Hotel, Ada yang Panik Ngumpet dan Pura-pura Tidur
Sebanyak 16 pasangan bukan suami istri terjaring di razia cipta kondisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ke-16 orang pasangan ini berhasil diamankan dari 3 penginapan yang berbeda.
Dari razia tersebut, tak satupun pasangan bukan suami istri ini berhasil menunjukan tanda bukti menikah, dan didominasi oleh pemuda berusia 19-20 tahun.
Dalam razia, banyak para pasangan yang membandel dengan tidak membukakan pintu dan bersembunyi di dalam kamar mandi.
"Buka atau kami dobrak ini," kata petugas kepolisian yang merazia.
Akibat ancaman tersebut, pintu hotel dibuka dan terlihat seorang pria dan wanita berada dalam satu kamar.
"Hei siapa ngumper disini, buka," tegas polisi.
Sang wanita sempat di sembunyikan di dalam kamar mandi untuk mengelabui petugas, akhirnya menyerah dan berhasil diamankan.
Wanita itupun keluar dengan posisi sedang mengikat rambut.
Tidak tahu apa yang baru saja ia lakukan dengan sang pria di dalam kamar hotel tersebut.
Pasangan bukan suami istri ini, kemudian diminta untuk menunjukkan KTP.
Tak lama berselang, petugas Satpol PP wanita masuk dan melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang milik si wanita.
"Tanda pengenalannya bisa dilihat," kata Satpol PP wanita.
Wanita yang berada di dalam kamar hotel itupun sudah terlihat mengenakan jilbab dan menutup area wajah menggunakan masker berwarna putih.
"Dia sudah tamat SMA kan," tanya petugas ke si pria.
"Enggak pak sudah tamat," jawab pria yang mengajak wanita menginap semalam di hotel.
"Yasudah enggak apa-apa. Kalau sama-sama cocok," jawab si polisi.
Sementara itu, terlihat seorang wanita yang sedang mengambek ke pasangannya, lantaran ketangkap saat menginap di dalam hotel.
Sang pria tampak, mencoba untuk menenangkan si wanita dengan mengelus-elus punggung si wanita.
"Sabar," katanya.
Namun, si wanita yang terlihat kesal tak mau menggubris pasangannya yang coba untuk menenangkan.
Dalam penggerebekan di kamar lainnya, tampak pula seorang wanita mengenakan kaos cokelat sedang diinterogasi oleh Satpol PP wanita.
"Kamu orang mana," tanya si Satpol PP.
"Orang Kisaran buk," jawabnya.
Di kamar lainnya, terlihat wanita mengenakan kacamata dan kaos liris putih merah jambu diinterogasi.
Petugas kepolisian sempat bertanya status keduanya apakah sudah menikah atau masih pacaran.
"Kalian pacaran, bukan suami istri," tanya polisi.
"Iya," jawab si wanita mengangguk.
"Apak kalian sudah tunangan," tanya balik polisi.
"Maksudnya nanti habis lebaran mau tunangan," jawab si wanita.
Beberapa wanita yang diamankan berada di dalam kamar hotel, tampak menutupi wajah dan takut ketahuan.
"Mau jadi apa kalian begini," kata salah seorang petugas.
Satu persatu pasangan lalu menyerahkan kunci kamar kepada petugas hotel tempat mereka menginap.
"Masing-masing pegang ceweknya," ujar petugas.
Dari satu tempat itu, pasangan yang bukan suami istri dikumpulkan di satu tempat dan selanjutnya diamankan menggunakan mobil polisi.
"Awas ketukar ya pasangannya," terdengar suara petugas bercanda.
Di penginapan lainnya, tampak seorang wanita mengenakan jaket kuning digerebek.
Ia tampak baru bangun tidur dan mengaku seorang diri di dalam kamar.
"Kamu sendirian disini. Ini kok sudah berantakan gini tempat tidurnya. Ngeri kali kau tidur," tanya petugas.
Di kamar lain, seorang wanita yang sedang tertidur pulas tampak terkejut saat sejumlah petugas gabungan masuk untuk melakukan pemeriksaan.
Wanita yang mengenakan kaos putih langsung terbangun saat lampu sorot diarahkan kepadanya.
Ia tampak seperti orang kebingungan, melihat banyaknya petugas gabungan yang melakukan razia.
Kabag Ops Polres Asahan, Kompol RD Firman Darwin mengatakan, ketiga tempat tersebut seluruhnya berada di sekitar Kisaran, Kabupaten Asahan. Penginapan Keraton, Hotel Sejahtera, dan Hotel Cahaya.
"Malam ini kami Polres Asahan sesuai dengan arahan Kapolres Asahan menggelar razia Cipta Kondisi," ujar Kabag Ops Polres Asahan, Minggu(11/4/2021) dini hari.
Ujarnya, razia ini digelar untuk menciptakan rasa aman saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang beberapa hari lagi akan diletakan lakukan.
"Sehingga, Kabupaten Asahan aman dan kondusif terkendali. Sehingga masyarakat aman dan nyaman saat melakukan ibadah puasa," ujar Kompol Firman.
Ia mengatakan, sasaran razia adalah tempat-tempat yang disinyalir terjadinya prostitusi.
"Sasaran kita ke tempat-tempat yang menjadi penyakit masyarakat. Kami mengecek kebenaran terhadap perempuan-perempuan yang mengarah ke prostitusi yang sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat," ujarnya.
Katanya, ada 3 hotel kelas melati yang di razia oleh personel gabungan.
Dan terdapat 33 orang yang diduga melakukan prostitusi.
"Terdapat 33 orang, 16 pasangan, dan 1 wanita di diduga menunggu pelayan," katanya.
Katanya, untuk tindak lanjut, tim Polres Asahan akan bekerja sama dengan Pemkab Asahan melalui satpol PP dan dinas sosial untuk dibina.
(cr22/tribun-medan.com)