Wawancara Eksklusif

Kisah Anak Medan jadi Kapten Timnas Indonesia U-19 hingga Masuk Klub Sepak Bola Profesional

David pun menceritakan berbagai hal menarik tentang kisah perjalanan sepak bola sehingga menjadi kapten dan diisukan ke Kroasia

TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING
Septian David Maulana (kanan) saat diwawancarai pada program Smart Gen Tribun Medan, Minggu (11/4/2021). 

D : Saya pasti bilang kalau mau jadi yang terbaik pasti belajar di tempat yang terbaik juga, supaya ilmunya dapat di tempat yg terbaik juga. Ya orangtua cuma butuh kejelasan aja, pasti orgtua izinkanlah.

T : Kalau pesepak bola yg menjadi panutan David siapa?

D : Toni croz dari Jerman. Karena dia mainnya simpel, tenang mengatur serangan di Madrid dan Salah satu ganang terbaik diunia. Kalau di dalam negeri Efan Dimas, Bayu Pradana , Julfiandi, bang Logimin pastilah.

T : Bicara dengan sepakbola pasti tidak terlepas dari cedera sakit dan seperti itu seberapa sering nih terkena cedera?

D : Sampai vakum itu pernah lama tapi yang paling sering juga dua minggu saya absen, enggak latihan, benar-benar pemulihan.

T : Pernah berpikir nggak kalau enggak jadi pemain bola sekarang itu pengen menjadi apa ?

D : Aku pengen jadi pebisnis, entrepreneur, bisnis makanan karena saya suka makan suka cicip makan makanan dan dari kecil pengen kuliah di bisnis gitu karena pengen buat bisnis kuliner juga kontrakan yang banyak gitu.

T : Tadi juga berbicara tentang bisnis, bagaimana rata-rata makan pemain bola nih badannya bagusnya gitu dia ?

D : Dijaga selalu, apalagi pas di Timnas itu benar-benar dijaga sangat ketat kalau siang itu daging kalau bisa banyak ya banyak, gitu daging sapi itu harus tiga potong ayam dua yang sayap sampai dada itu 2 nasinya dikit aja warna untuk penutup kalau malam itu juga jadi harus dijaga lah kalau makan diluar dari itu kalau ketahuan didenda kalau misalnya makan gorengan didenda.

T : Pernah gak David curi-curi makan itu?

D : Ya pastilah masih curi-curi karena ya namanya orang Indonesia kan berminyak semua gitu kalau enggak berminyak enggak enak.

T:  Tapi kalau boleh tahu berapa dendanya itu ?

D : Kalau dendanya itu pakai uang paling dikit Rp250.000 paling banyak 2 juta kalau ketahuan merokok.

T : Kalau istirahatnya gitu bagaimana, dibatasin nggak?

D : Dibatasin sih enggak kalau tidurnya, yang dibatasin enggak boleh main HP dan itu dipantengin ya soalnya semua pelatih punya nomor kita ya,  pelatih lebih pintar lah daripada kita kan jadi ketahuan juga gitu, jadi off HP jam 10 mau tidur jam berapa terserah pokoknya. Bangun jam 5-an terus latihan

T : Kalau misalnya latihan di Timnas inu apa sih bedanya sama diklub biasa Apa sih tips dan trik ketika latihan di Timnas itu gimana ada trik khususnya nih biar kebugaran juga tetap terjaga gitu ?

D: Mungkin kalau saya khususnya itu istirahat karena orang-orang lupa kalau itu penting dia udah latihan capek tapi tidurya jam satu jam dua. Mungkin istirahat itu salah satu membantu untuk memulihkan tubuh. Kalau aku, jam 21.30 WIB itu aku udah off mau di manapun jam segitu aku udah tidur dan aku kalau bangun itu harus pakai air dingin karena biar semangat.

T : Nah terakhir David Tolong kasih tips dan trik untuk mana tahu ada Tribuners yang ingin tahu trik masuk Timnas ?

D : Yang penting itu yakin dan jangan setengah-setengah karena ya kalau kita yakin sama apa yang kita punya hasilnya pasti kelihatan juga juga nggak ada kata menyerah, saya pernah latihan jam 2 siang yang itu karena saya pengen banget untuk jadi pemain bola yang profesional, jadi malu itu buat orang yang nggak bisa melakukan apa-apa kalau tujuan kita itu ya nggak papa asalkan itu benar, terus kerja keras, doa dan dukungan orang tua paling utama.

(cr9/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved