Kalapas Binjai Ngeluh Sel Tahanan Over Kapasitas, Alasan Kurang Anggaran
Kalapas Klas IIA Binjai Maju Amintas Siburian mengeluhkan adanya over kapasitas sel tahanan bagi para narapidana
Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN.com,BINJAI-Kepala Lapas Klas IIA Binjai Maju Amintas Siburian ngeluh soal over kapasitas tahanan.
Menurut Maju, saat ini jumlah warga binaan yang menghuni Lapas Klas IIA Binjai mencapai 1.900 orang.
Padahal, kata Maju, Lapas Klas IIA Binjai itu cuma bisa menampung 700 orang saja.
"Kami saat ini telah over kapasitas. Karena adanya penambahan jumlah, anggaran pun kadang tidak tercukupi," kata Maju, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: Lapas Klas IIA Binjai Lakukan Tes HIV/AIDS ke Warga Binaan
Dia mengatakan, lantaran jumlah napi sudah melebihi dari ketentuan yang ada, tak jarang para napi ini harus rela berdesakan tinggal di dalam satu ruangan.
Menurutnya, kejadian seperti ini bukan hanya berlangsung di Kota Binjai saja, namun juga terjadi di hampir seluruh wilayah, termasuk Indonesia.
Akan tetapi, karena demi memaksimalkan pelayanan kepada warga binaan, pihaknya selalu rutin melakukan pengecekan ke seluruh kamar.
Petugas jaga, kata Maju, akan mengecek apa kekurangan dan keluhan warga binaan saat berada di dalam ruangan.
Baca juga: Kalapas Klas IIA Binjai Sosialisasi Penggunaan e-Pas Card
"Ini kan menyangkut HAM, kami minta petugas rutin melakukan kontrol, apa kekurangan dan keluhan yang dirasakan oleh warga binaan," jelasnya.
Kemudian, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan terhadap kesehatan warga, apalagi saat Pandemi Covid-19 saat ini.
Secara rutin, pihaknya juga menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh ruangan, agar warga merasa nyaman.
Dalam menyambut bulan puasa ini, pihaknya juga memberikan fasilitas untuk warga binaan yang beragama Islam agar bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.
Pada kesempatan ini, Maju juga memberikan penghargaan bagi tiga orang pegawainya.
Baca juga: Pembangunan Gedung DPRD Kota Binjai Mangkrak, Ketua DPRD Binjai Murka
Penghargaan ini bagian dari Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Binjai.
Menurut Maju, tiga pegawai ini telah bekerja dengan baik dan maksimal, demi terwujudnya pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.
Adapaun ketiga pegawai dimaksud, yakni Leni Mariana Silalahi, Hasan Basri dan Ebenezer Putra.
"Pemberian reward atau penghargaan kepada pegawai yang dipandang cakap dalam hal ini sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada,"
"Jadi ini merupakan motivasi bagi kita bapak-ibu, banyak hal-hal yang perlu disiapkan secara individu,” kata Maju.(wen/tribun-medan.com)