Breaking News:

Kolaborasi Ala Bobby Nasution

Sungai Bedera Dilebarkan hingga 8 Meter, Solusi Entaskan Banjir di Medan Sunggal dan Helvetia

Pasalnya dua kecamatan tersebut yakni Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Helvetia yang selalu menjadi sasaran banjir.

TRIBUN MEDAN
Nelayan yang sedang menyusun perahu di bawah jembatan yang melintasi Sungai Bederah, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (24/3/2021). Sungai yang kotor membuat nelayan bertahun-tahun kesulitan mencari nafkah.(TRIBUNMEDAN/RECHTIN) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan dengan Pemprov Sumatra Utara dan Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) sepakat menangani dua kecamatan di Kota Medan yang sering terdampak banjir saat hujan turun.

Pasalnya dua kecamatan tersebut yakni Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Helvetia yang selalu menjadi sasaran banjir.

Usai menjalani rapat pembahasan Laporan Penanggung Jawaban Tahunan (LKPJ) di kantor DPRD kota Medan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan pihaknya saat ini sudah berkomitmen untuk bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah kota Medan dan Sumut untuk menyelesaikan beberapa lokasi banjir yang ada di kota Medan.

"Kemarin kita sudah komitmen sama pihak balai wilayah sungai, PU juga, dan pemerintah provinsi  dan pemko Medan sudah masing masing menganggarkan untuk penyelesaian pembebasan lahannya di sekitar sungai berdera," katanya, Rabu (14/4/2021).

Pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas PKPPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Pemprovsu akan berbagi anggaran untuk pelaksanaan minimalisir banjir tersebut.

"Jadi persoalannya itu asetnya milik kementrian PU karena wilayah sungai makanya perlu MOU, harusnya kita beli jadi aset kita inikan gak kita beli jadi aset mereka," katanya.

Zulfansyah menyebut bahwa pelebaran Sungai Bedera adalah program utama Pemko Medan dalam meminimalisir tingkat banjir yang ada di kota Medan.

"Jadi yang paling utama Sungai Bedera, sungai itu jadi agenda pak wali, jadi ada persoalan lahan, Sungai Bedera itu bisa menggenangi di kecamatan Medan Sunggal bsan Helvetia," sebutnya.

Zulfansyah mengungkapkan bahwa faktor utama banjir di dua kecamatan tersebut adalah menyempitnya aliran sungai berdera tersebut sehingga menyebabkan dua kecamatan tersebut direndam banjir.

Pihaknya berencana akan membuat pelebaran sungai sesuai standar penampungan agar menghindari kebanjiran yang terjadi.

"Seandainya sungai itu selesai dengan lebar bersih 8 meter, mungkin banjir itu hilang, karena sekarang kan sungai tersebut hanya 1 meter lebarnya," ungkapnya

Sambung Zulfansyah, seperti di wilayah Medan Helvetia tepatnya di belakang perumahan bumi Asri Medan ada sekitar tiga setengah kilometer yang juga terkena dampak banjir aliran sungai.

Selain itu, Zulfansyah juga mengatakan ada beberapa titik kesulitan yang terjadi di beberapa lokasi yang mengakibatkan harus ada pembebasan lahan seperti di sungai Salim.

"Itu sulit bagaimana kita mau menormalisasi orang di jepit sama rumah, jadi bebaskan dulu lahannya ketika sudah masuk baru sungai itu kita kerjakan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved