Breaking News:

Transaksi Bakal Naik 30 Persen, Ekspedisi Dukung Subsidi Ongkir Rp 500 Miliar

JNE yang juga termasuk anggota Asperindo akan melakukan penambahan armada terlebih dengan adanya rencana subsidi gratis ongkir

TRIBUN MEDAN/DOK
KARYAWAN JNE saat melayani konsumen untuk pengiriman barang di Kantor JNE, Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Demi memberikan stimulus daya beli masyarakat, Pemerintah kembali menggelontorkan dana hingga Rp 500 miliar dalam program gratis ongkir. Selain konsumen, tentunya program ini akan turut berdampak pada e-commerce mau pun jasa pengiriman logistik.

Saat dimintai tanggapan kepada Kepala JNE Cabang Medan, Fikri Alhaq Fachryana mengungkapkan turut mendukung program ini namun ia mengatakan hingga saat ini belum mengetahui mekanisme lengkapnya.

"JNE pastinya mendukung penuh kebijakan pemerintah ini. Karena pada kebijakan Hari Belanja Nasional melalui online ditujukan untuk produk nasional, produk Indonesia. Kami siap bersama pemerintah mensukseskan momentum ini. Namun memang saat ini kami menunggu detail info lebih lanjut dan intruksi dari pemerintah," ungkap Fikri, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: KETIKA Sri Mulyani Ungkap Bobroknya Pemerintahan Soeharto Selama 32 Tahun, Banyak Aset Negara Hilang

Dikatakan Fikri, adanya program gratis ongkir ini diprediksi akan mampu meningkatkan transaksi dan berdampak pada peningkatan volume pengiriman.

Lanjut Fikri, tentunya program subsidi ongkir ini akan sangat berdampak terlebih saat Ramadan. Hal ini lantaran ia memprediksi, volume pengiriman akan meningkat hingga 30 persen.

Terkait hal ini, JNE yang juga termasuk anggota Asperindo akan melakukan penambahan armada terlebih dengan adanya rencana subsidi gratis ongkir dari pemerintah.

"Biasanya perusahaan jasa pengiriman anggota Asperindo telah melakukan persiapan seperti penambahan armada, SDM, dan persiapan-persiapan lainnya. Apalagi, JNE khususnya JNE Sumut komit melayani masyarakat seperti dengan tidak tutup atau libur baik kegiatan penerimaan, operasional hingga pengantaran kiriman pelanggan selama Ramadan dan Lebaran," tuturnya.

Program ini tentunya juga sangat disambut antusias oleh para pemburu diskon seperti Ida untuk dapat berbelanja tanpa takut ada pembengkakan ongkos kirim yang dinilai masyarakat cukup diperhitungkan.

"Senang sekali lah ada program promo seperti ini. Soalnya kadang kita berat di ongkir jadi ya mikir-mikir gitu kalau mau check out. Tapi nggak tahu juga potongannya sampai berapa. Biasa sih beli produk rumah tangga karena lebih murah lewat online ya apalagi zamannya online sekarang, makin bagus lagi ada promo kayak gini kan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah siap menggelontorkan dana jumbo guna mendorong masyarakat lewat belanja daring menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengucurkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk subsidi gratis ongkos kirim (ongkir) bagi pembelian produk pada saat belanja daring H-10 dan H-5 Lebaran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, subsidi ongkir dan gerakan belanja online produk dalam negeri yang diselenggarakan pemerintah merupakan titik tengah untuk penyelesaian dalam mendorong aktivitas belanja, tetapi juga untuk menekan laju Covid-19.

“Saya kemarin bilang ke Sandiaga Uno, ada program Bangga Buatan Indonesia dan hari belanja online juga. Kami ingin dorong aktivitas masyarakat tapi tidak ingin Covid-19 meningkat, jadi ini titik tengahnya,” kata Sri Mulyani, Jumat (9/4/2021).

Selain mendorong belanja online, untuk mendorong konsumsi masyarakat, pemerintah sudah memberikan PPN DTP. Tak hanya itu, pemerintah juga sudah melonggarkan PPnBM untuk mobil dan rumah.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, bahwa dalam merumuskan kebijakan ini, pemerintah sangat hati-hati dan teliti. Sehingga, kebijakan yang akan dikeluarkan nantinya tentu saja kebijakan yang membawa dampak baik bagi masyarakat.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved