Breaking News:

Human Interest Story

Jalani Puasa 17 Jam di Jerman, Gadis Asal Medan Susilawati Rindu Dengar Suara Azan dari Masjid

Menjalani puasa di negeri orang menjadi tantangan tersendiri bagi Susilawati (50) yang harus menjalani puasa di Mannheim, Jerman.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Juang Naibaho
HO
Susilawati Bildat, wanita asal Medan yang telah tinggal di Mannheim, Jerman, selama lebih dari 23 tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjalani puasa di negeri orang menjadi tantangan tersendiri bagi Susilawati (50) yang harus menjalani puasa di Mannheim, Jerman.

Perempuan yang berkampung halaman di Medan ini pun harus beradaptasi dengan segala perbedaan mencolok antara dua benua yang berbeda.

Tidak seperti di Indonesia, di tempat tinggal Susi, tak ada azan yang terdengar berkumandang.

Jumlah masjid di tiap Kota di Jerman jumlahnya sangat sedikit.

Yang diketahui Susi, di Mannheim sendiri hanya terdapat satu masjid, di mana digunakan oleh mayoritas orang Turki yang tinggal di Jerman.

"Saya kebetulan enggak pernah ke sana, karena sedikit jauh jaraknya dari apartemen. Kalau di sini enggak ada azan, bedanya kalau di Indonesia kan kita jarang lupa karena kalau waktu salat itu azan terdengar jelas jadi ingat sudah masuk waktu salat. Di sini kami yang muslim khusus kalau ramadhan gini informasi imsakiyahnya dilihat di internet," ujar Susi saat berbincang kepada tribun-medan.com melalui WhatsApp, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Pidato Gubernur Sumut Diwarnai Aksi Demonstrasi Soal Penolakan Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Viral Pidato Gubernur Diinterupsi Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Bapak Edy Sudah Tidak Bermartabat

Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Jerman, Susi mengaku tetap mengonsumsi nasi sebagai menu sahur dan berbuka.

Baginya, ada yang kurang jika dia tidak mengonsumsi nasi. Meskipun suami dan anaknya tidak lagi makan nasi.

"Seenggaknya walaupun enggak tinggal di Indonesia tapi perut saya masih Indonesia. Wajib diisi nasi, kalau enggak ada yang kurang," tuturnya.

Bagi perempuan berdarah sunda-minang ini, berpuasa di negeri Eropa memiliki kesulitan tersendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved