Breaking News:

Petani Toba Ramai-ramai Pergi ke Jawa Barat, Bupati Poltak: Pulang Harus Bawa Ilmu

Bupati Toba Poltak Sitorus meminta kepada para petani yang pergi ke Jawa Barat untuk membawa ilmu sepulangnya dari belajar

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Bupati Toba Poltak Sitorus saat memberi arahan kepada para petani yang akan berangkat ke Provinsi Jawa Barat dalam agenda belajar bertani, Kamis (15/4/2021). Poltak berharap petani yang berangkat pulang dengan membawa ilmu baru.(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE--Sejumlah petani di Kabupaten Toba ramai-ramai berangkat ke Provinsi Jawa Barat.

Para petani ini diberangkatkan Pemkab Toba dalam rangka belajar sistem pertanian jejar legowo.

Menurut Bupati Toba Poltak Sitorus, ada 14 petani yang mendapat kesempatan berharga ini. 

Baca juga: Arab dan Malaysia Ternyata Beli Jeruk Nipis dari Sumut Hingga Berton-ton, Untungkan Petani?

“Buat bapak dan ibu yang akan pergi kesana, Anda semua diminta menggali ilmu. jangan kembali ke sini tanpa ada tambahan ilmu," kata Poltak Sitorus, saat melepas keberangkatan para petani ini di kantornya, Kamis (15/4/2021).

Poltak Sitorus mengatakan, tidak semua orang punya kesempatan semacam ini.

Maka dari itu, para petani yang sudah dipercaya Pemkab Toba untuk belajar di Jawa Barat, harus pulang dengan sejumlah catatan.

"Pulang harus bawa ilmu. Jangan kembali tanpa ada catatan yang akan kalian kerjakan di sini,” kata Poltak.

Baca juga: Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah, Dinas Tanaman Pangan Sumut: Masih Stabil di Atas Rp 4.200

Dia mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Toba cuma sanggup menghasilkan sekitar 6,1 ton gabah per hektare.

Dengan adanya pelatihan khusus di Jawa Barat ini, Poltak berharap dapat meningkatkan produksi pertanian hingga 20 sampai 30 persen.

“Program kita menjadikan produksi pertanian menjadi 8 ton per hektare, yang selama ini hanya 6,1 ton per hektare. Inilah tugas bapak/ibu sekalian. Carilah keterampilan itu, dimana kelemahan kita, dimana keunggulan mereka di sana,” sambungnya.

Poltak menjelaskan, ke 14 petani ini berasal dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Toba.

Baca juga: Di Tengah Isu Impor Beras, Petani di Toba Keluhkan Harga Gabah Tak Sebanding dengan Biaya Produksi

Nantinya, para petani akan mencari ilmu selama lima hari di Jawa Barat. 

“Tugas kalian berat, pulang dari sana kalian harus buktikan. Tidak ada waktu santai di sana, tidak ada waktu main-main. Ini kalian sudah punya ilmu pengetahuan dan sudah pernah bertani,” tuturnya 

Secara tegas, ia menugaskan para petani tersebut agar sanggup menyerap ilmu pengetahuan di sana yang kemudian akan menjadi modal utama meningkatkan produksi pertanian si Kabupaten Toba.(cr3/tribun-medan.com

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved