Breaking News:

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, Salah Satu Masjid Tertua di Sumut Peninggalan Kesultanan Negeri Asahan

Masjid yang penuh sejarah di Kota Tanjungbalai dan provinsi Sumatera Utara ini, kini dijaga oleh tengku Alexander, anak dari sultan ke 11.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Masjid Agung Ahmadsyah terletak di Jalan Masjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota TanjungbalaiJalan Masjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai / Kondisi dalam masjid yang tidak memiliki tiang penyangga, hanya besi kecil sebagai penahan atap 

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Masjid Raya Sultan Ahmadsyah adalah salah satu masjid peninggalan monumental Kesultanan Negeri Asahan yang masih ada sampai saat ini.

Masjid ini terletak di Jalan Masjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai. Sesuai dengan namanya, masjid ini didirikan oleh Sultan Asahan ke - 9, Sultan Ahmadsyah. 

Masjid yang penuh sejarah di Kota Tanjungbalai dan provinsi Sumatera Utara ini, kini dijaga oleh tengku Alexander, anak dari sultan ke 11.

Dikatakan Tengku Alexander, Masjid ini dibangun sekitar tahun 1861 oleh Sultan Ahmadsyah.

Dimana pada jaman dahulu, Masjid ini tidak hanya di buat sebagai tempat salat jemaah saja, namun juga difungsikan sebagai tempat pengembangan diri bagi masyarakat sekitar dan tempat penyusunan strategi penyebaran agama Islam di wilayah Tanjungbalai. 

Bangunan masjid ini juga digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pejuang Sumatra Utara dalam mengobarkan semangat untuk melawan para penjajah. 

Dari arsitekturnya, masjid ini terlihat kental dengan kebudayaan melayu dan cina.

Masjid ini juga memiliki keunikan dimana di dalam tidak memiliki tiang penyangga, hanya besi-besi kecil yang memperkuat atap agar tidak rubuh.

"Besi tersebut berfungsi sebagai penahan atap masjid agar tidak terjatuh saat gempa, jadi kalau salat, shaf rapat tanpa terhalangi tiang," katanya.

Makna dari tidak memiliki tiang penyangga ini adalah, Allah tidak memerlukan penyangga untuk berdiri.

Selain itu, lantainya terbuat dari granit yang langsung di import dari Italia.

Yang menambah indah dan juga membuat dalam masjid lebih sejuk, ditambah lagi masjid ini memiliki pintu sebanyak 15 buah yang membuat sirkulasi angin semakin baik.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved