Breaking News:

Terbentur Surat Edaran Gubernur, Pasar Murah Disperindag Sumut Terancam Ditiadakan

Kegiatan Pasar Murah yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut terancam ditiadakan pada bulan Ramadhan 1442 H ini.

Tribun-Medan.com/Yufis
Masyarakat belanja di pasar murah Kelurahan Medan Selayang, Jumat (16/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegiatan Pasar Murah yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut terancam ditiadakan pada bulan Ramadhan 1442 H ini.

Berdasarkan keterangan dari Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumut, Barita Sihite mengungkapkan bahwa penundaan pasar murah dikarenakan adanya surat edaran yang keluar saat awal puasa.

"Kita belum adakan. Ini berbenturan dengan surat edaran pak gubernur terkait kerumunan. Kemarin kita memang ada rencana buat di Ramadhan ini, tapi karena keluarnya surat ini dari pak gubernur, ini kita tunggu arahan dari pimpinan," ungkap Barita, Jumat (16/4/2021).

Sebelumnya, Kadisperindag Sumut Riadil Akhir Lubis menyebutkan akan bersiap untuk menggelar pasar murah di 10 titik daerah Sumatera Utara saat Ramadhan ini.

Terkait hal ini, tentunya menjadi dilema bagi Disperindag Sumut untuk menggelar pasar murah. Barita juga mengatakan bahwa ada kemungkinan akan ada penjadwalan ulang untuk pengadaan pasar murah ini.

"Jadi kita penjadwalan ulang ini. Tapi kemungkinan untuk Ramadan ini kita sepertinya tidak buat pasar murah ini karena terbentur. Jika diadakan nanti, pasti kerumunan tak bisa dihindari. Itu yang kita takutkan," ujarnya.

Baca juga: INILAH Tampang Lucky Matuan Eks Prajurit TNI yang Membelot ke KKB Papua dan Perangi TNI

Baca juga: Suami Ajak Istri Rujuk dengan Selingkuhan dan Hidup Bareng, Mulanya Diiyakan, Namun Berakhir Tragis

Untuk persiapan sebelum ada kebijakan dari Gubernur, Barita mengakui tak ada persiapan khusus lantaran Disperindag hanya bertugas untuk menyediakan tempat kepada para distributor.

"Sebenarnya pasar murah untuk provinsi hanya mengumpulkan distributor untuk mengisi tenda atau tempat yang sudah ditentukan. Persiapan kita kan tidak susah-susah amat karena hanya mengundang saja. Jadi kita tidak ada memberi subsidi harga cuma yang kita jual itu harga distributor," tuturnya.

Tambahnya, walau pasar murah terancam gagal diadakan, Barita menegaskan bahwa stok masih aman di pasaran sehingga tidak akan kenaikan secara fluktuatif yang terlihat.

Barita juga akan terus memantau perkembangan kemungkinan pengadaan pasar murah akan diselenggarakan pada Ramadan ini.

Baca juga: Bocah 10 Tahun Diikat di Tiang Listrik di Pinggir Jalan, Netizen Marah, Sang Ayah Ungkap Alasannya

Baca juga: BREAKING NEWS, Puluhan Ibu Demo Buntut Pencabulan Murid SD oleh Oknum Kepsek BS, Minta Dipecat

"Kita tunggu perkembangannya karena inikan dinamis ya. Jadi kita lihat apakah nanti akan ada kebijakan khusus," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021.

Disebutkan SE Nomor: 1009/SPT-COVID-19/IV/2021 tertanggal 9 April 2021 tersebut antara lain dalam melakukan ibadah selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri agar meningkatkan Protokol Kesehatan dengan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri Tahun 1442 Hijriah/2021.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved