Breaking News:

TRIBUNWIKI

Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Bagi Rakyat Jawa Pada Penjajahan Jepang

Singkong memiliki kalori lebih rendah daripada nasi beras namun memiliki serat lebih banyak, sehingga mengenyangkan dalam waktu lama.

TRIBUN MEDAN/ANIL
Satu porsi Tiwul yang disajikan menggunakan daun pisang 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banyak makanan tradisional khas Indonesia bisa menjadi menu santapan.

Apalagi ini di Bulan Suci Ramadan, beragam makanan khas bisa menjadi menu andalan ketika berbuka puasa.

Sebut saja makanan khas jawa yang satu ini bernama Tiwul.

Mungkin banyak dari sekian masyarakat Indonesia tidak mengetahui nama makanan tersebut.

Dikutip dari beberapa artikel, Tiwul adalah makanan tradisional asli Indonesia yang dulu sempat menjadi makanan pokok pengganti nasi beras.

Tiwul dibuat dari gaplek, yaitu singkong yang sudah dikeringkan dan dikukus.

Baca juga: Syahrini Bertekad Puaskan Reino, Hubungan Suami Istri Ikut Dibahas, Tubuh Makin Montok & Ingin Bayi

Satu porsi Tiwul yang disajikan menggunakan daun pisang
Satu porsi Tiwul yang disajikan menggunakan daun pisang (TRIBUN MEDAN/ANIL)

Masih banyak orang dari daerah Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan Blitar yang saat ini mengonsumsi tiwul meski bukan lagi menjadi makanan pokok.

Bahkan tidak hanya dibeberapa daerah tersebut. Di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, masih bisa ditemukan makanan tradisional ini.

Apalagi pada musim bulan Ramadan, makanan selalu ada tersaji di beberapa pedagang yang menjual menu bukaan.

Tidak diketahui secara pasti kapan tiwul mulai dibuat, namun tiwul menjadi makanan pokok sebagian besar rakyat Jawa pada masa penjajahan Jepang.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved