Breaking News:

News Video

Tradisi Menjelang dan Saat Ramadan di Masjid Raya Al-Osmani Medan, Ini Penjelasan Ketua BKM

Adapun tradisi yang dilakukan saat Ramadan adalah melaksanakan kuliah subuh pada hari Minggu, Senin, Rabu dan Sabtu, waktu penyelenggaraannya sekitar

Tradisi Menjelang dan Saat Ramadan di Masjid Raya Al-Osmani Medan, Ini Penjelasan Ketua BKM

Tribun-Medan.com, MEDAN – Masjid Raya Al-Osmani merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli Ketujuh yaitu Sultan Osman Perkasa Alam berada di Jl. Kol Yos Sudarso, Km. 19,5 Labuhan, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Lima hari sebelum masuknya Ramadan, di Masjid ini rutin diselenggarakan tradisi yang dinamakan merajut ukhuwah islamiyah.

“Yang istilah bahasa jawanya punggahan. Pada acara itu kita menghadirkan berbagai masyarakat yang membawa berbagai makanan yang diletakkan ditengah-tengah, lalu dibacakan kalimat-kalimat suci, bermohon kepada Allah SWT, memohon kesehatan semoga kaum muslimin yang akan menunaikan ibadah puasa tetap bugar dan fit sampai kepada bulan Syawal,” ujar Ahmad Faruni, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Raya Al-Osmani, Kamis (15/4/2021) siang.

Adapun tradisi yang dilakukan saat Ramadan adalah melaksanakan kuliah subuh pada hari Minggu, Senin, Rabu dan Sabtu, waktu penyelenggaraannya sekitar satu jam.

Ustad yang diundang nantinya akan mengkaji tentang tauhid, problema kehidupan dan juga tentang berbagai hal yang ada kaitannya dengan keagamaan dan hubungannya dengan manusia.

Ada juga tradisi buka puasa bersama masyarakat umum yang dilakukan setiap hari selama Ramadan, khusus hari kamis disediakan menu tambahan yang khas dan sudah turun-temurun dihidangkan saat Ramadan, yakni bubur pedas khas melayu.

“Ini sudah menjadi menu tahunan dan bahkan pernah dilakukan oleh orang-orang tua kita terdahulu, InsyaAllah sampai hari ini masih kita pertahankan,” pungkasnya.

Setiap malam hari saat Ramadan rutin pula diadakan tadarusan, dengan memberdayakan remaja masjid dan pengurus masjid.

“Tadarus ini kita laksanakan selesai shalat tarawih, satu hari satu jus dan lebih kurang memakan waktu sekitar satu setengah jam Tujuannya tadarus ini juga untuk memunculkan kecintaan para remaja terhadap al-quran, kemudian mengkaji tentang bagaimana bacaan yang baik dan memaknai nilai kebersamaan didalamnya, karena diluar Ramadan agak sulit menemukan anak-anak remaja yang mau berkumpul dan membaca al-quran,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved