Masjid di Kampung India

Masjid Ta'jud Madras di Kampung India, Selalu Hadirkan Menu Bubur Sup dan Kari Kambing saat Berbuka

Masjid Ta'jud Madras di Kampung India ini selalu menghadirkan menu bubur sup dan kari kambing saat berbuka puaasa

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengurus Masjid menyiapkan bubur sop India dan kari Kambing yang dilakukan setiap Bulan Ramadan di Masjid Taj'ul Madras, Medan, Jumat (16/4/2021). Sebanyak 120 porsi bubur dan kari yang disajikan untuk warga yang berbuka puasa menjadi tradisi setiap jumat. 

"Masjid Taj'ul Madras juga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat India Muslim di sini. Karena inikan juga daerahnya disebut Kampung Madras," tuturnya.

Keberadaan Masjid Taj'ul Madras menjadi keunikan tersendiri.

Lokasinya yang diapit ruko-ruko di Jalan Teuku Cik Ditiro membuat Masjid Taj'ul Madras jarang dikenal orang.

Pengurus Masjid menyiapkan bubur sup India dan kari Kambing yang dilakukan setiap Bulan Ramadan di Masjid Taj'ul Madras, Medan, Jumat (16/4/2021). Sebanyak 120 porsi bubur dan kari yang disajikan untuk warga yang berbuka puasa menjadi tradisi setiap jumat.
Pengurus Masjid menyiapkan bubur sup India dan kari Kambing yang dilakukan setiap Bulan Ramadan di Masjid Taj'ul Madras, Medan, Jumat (16/4/2021). Sebanyak 120 porsi bubur dan kari yang disajikan untuk warga yang berbuka puasa menjadi tradisi setiap jumat. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Namun, bentuk Masjid Taj'ul Madras cukup unik.

Di mana aksen-aksen India sangat kental mulai dari motif di dinding maupun tulisan masjid yang berbentuk aksara India.

"Masjid ini dulunya Musala, dibangun sekitar tahun 1980-an. Kemudian direnovasi tahun 2005, dan hingga sekarang sudah resmi menjadi Masjid," kata Muchlis.

Selain memakan kari kambing bersama, Masjid Taj'ul Madras juga melakukan sejumlah kegiatan selama bulan suci Ramadan.

Beberapa di antaranya yakni membagikan buka puasa kepada musafir dan kajian rutin ramadhan.

Baca juga: BIASA Menampung Ratusan Jemaah, Kini Masjid di London Kirim Makanan Berbuka untuk Tenaga Medis

Seorang jamaah yang mengikuti tradisi makan kari Kambing bersama di Masjid Taj'ul Madras, Indri mengaku senang bisa kembali berkumpul untuk makan bersama.

"Senang bisa berkumpul kembali bersama. Biasanya memang tiap tahun seperti ini. Cuma karena tahun lalu lagi pandemi, enggak bisa dilakukan. Intinya senang dan bersyukur kepada Allah SWT," katanya.

Indri mengatakan, jika jamaah perempuan yang ikut makan kari Kambing setiap tahunnya tidak sebanyak jamaah laki-laki.

"Tapi itu enggak mengurangi nilai kebersamaannya. Kita senang tradisi ini masih bisa dipertahankan hingga sekarang," tuturnya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved