Breaking News:

Cerita Seleb

NASIB APES Rhoma Irama, Dihukum Pengadilan Negeri Surabaya Dalam Perkara Gugatan Hak Cipta Lagunya

Rhoma Irama Apes di Surabaya,Gugatan Royalti Lagunya Rp 1 Miliar Kandas. Kalah di Pengadilan, Sang Raja Dangdut yang Malah Dihukum Hakim PN Surabaya.

Editor: Chandra Simarmata
ISTIMEWA
Rhoma Irama dapat saweran berupa motor gede Harley Davidson saat konser di Binuang Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (17/2/2018) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kabar terbaru datang dari raja dangdut Rhoma Irama. Nasib apes rupanya dialami raja dangdut Rhoma Irama di Surabaya. 

Gugatan pelanggaran hak cipta lagunya senilai Rp 1 miliar terhadap PT Sandi Record ditolak Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Justru Rhoma Irama malah dihukum oleh Hakim PN Surabaya

Dalam gugatannya Rhoma Irama menyebut Sandi Record telah memproduksi dan mengunggah lagu ciptaan si raja dangdut ke Youtube tanpa izin alias ilegal. 

Gugatan dengan nomor 1/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Sby, itu didaftarkan penasihat hukum Rhoma, ke PN Surabaya pada Senin (25/1/2021) silam. 

Baca juga: KRISDAYANTI Buka-bukaan Menyesal Nikah dengan Anang Hermansyah, Tekankan Hal Ini pada Anak-anaknya

Baca juga: Minta Izin Berpoligami, Andhika Pratama Janji Adil Kepada Ussy Sulistiawaty dan Istri Keduanya Nanti

Baca juga: TERNYATA Presiden Soeharto Pernah Menangis Dibuat Cucunya, Ceritakan Hal Sedih Ini pada sang Kakek

Atas dugaan pelanggaran hak cipta tersebut, pihak Rhoma meminta Sandi Record untuk membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar atau senilai pendapatan yang diterima dari kanal YouTube. 

Adapun putusan yang tertuang di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, gugatan Rhoma kepada Sandi Record pun ditolak sepenuhnya oleh majelis hakim.

"Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," bunyi putusan hakim di dalam SIPP, Jumat, (16/4/2021). Selain permohonannya ditolak, Rhoma sebagai pihak penggugat juga diminta untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 539 ribu.

Rhoma Irama
Rhoma Irama (Tribunnews.com)

"Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp. 539.000,00," lanjutnya. 

Dikatakan Humas PN Surabaya Martin Ginting bahwa pertimbangan hakim menolak gugatan itu ternyata pihak Sandi Record telah menunjukkan bukti pembayaran royalti lagu-lagu. 

"Gugatannya tidak beralasan, karena menurut penggugat belum dibayarkan, ternyata sudah terbayar," kata Martin. 

Dalam persidangan, pihak tergugat atau Sandi Record telah menunjukkan bukti pembayaran royalti lagu-lagu Rhoma.

Jumlahnya bahkan mencapai Rp 500 juta. 

Baca juga: TERUNGKAP Wasiat Mama Lauren Sebelum Meninggal Dunia, Pernah Ramalkan Presiden Masa Depan Indonesia

Baca juga: Ternyata Wajah Noah Sinclair Lebih Mirip Sosok Ini,Padahal Dikira Plek Ketiplek sama Ashraf Sinclair

Baca juga: Tersebar Foto Mayangsari Hanya Pakai Dalaman, Istri Bambang Trihatmodjo Kesal dan Beberkan Dalangnya

"Ada bukti-bukti dari tergugat yang ditampilkan di persidangan menyatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang Hak Cipta itu sudah terbayarkan sekitar Rp500 juta lebih," ungkapnya.

Pembayaran Royalti itu, jelas Martin, sudah dilakukan Sandi Record ke agen atau kuasa yang ditunjuk oleh Rhoma sendiri. 

"Sudah dibayarkan melalui agen Pak Haji Rhoma. Admindo dan ada kuasa-kuasa yang diberikan oleh pak Haji Rhoma. Dan itu sudah bisa dibuktikan," imbuhnya.

Martin pun tak mengerti mengapa Rhoma tetap melayangkan gugatan.

Menurutnya ada perbedaan persepsi antara pihak penggugat dan tergugat

"Karena persepsinya (penggugat) mungkin ada hak-hak yang belum terbayar dan sebagainya, itu sah-sah saja. Tapi setelah disidangkan, diperiksa tergugat juga kan punya kesempatan untuk membuktikan sebaliknya," tutup Martin.

Baca juga: AUREL Tak Tahan Diajak Berhubungan Intim Tiap Hari,Khawatir Santap Tauge,Mau Tiru Anang & Ashanty? 

Biodata Rhoma Irama

Rhoma Irama saat tampil dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Sidoarjo, Minggu (31/3/2019)
Rhoma Irama saat tampil dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Sidoarjo, Minggu (31/3/2019) (tribun jatim/luhur pambudi)

Raden Haji Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946.

Pada tahun 1971-an, Rhoma mulai dikenal sebagai bintang film kanak-kanak.

Kariernya di musik dimulai sejak ia usia 11 tahun, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963.

Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar.

Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa.

Baca juga: Felicia Mulai Move On dari Kaesang, Ibunya Malah Tulis Pesan Menohok,Ogah Putrinya Kenal Anak Jokowi

Baca juga: NIKITA MIRZANI Bongkar Kebiasaan Ariel NOAH di Malam Hari yang Tak Terekspos Publik, Nyai Akui Dekat

Baca juga: Di Depan Nikmir, Dimas Beck Ungkap soal Fantasi Seks Terliar hingga Pengalaman Nyai Tidur tanpa Bra

Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tetapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia.

Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan.

Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.

Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung.

Baca juga: TERKUAK, DEWI PERSSIK Rupanya Pernah Tonjok Mantan Suami, Doyan Main Perempuan & Ketahuan Selingkuh

Rhoma Irama saat melakukan konser live di Indosiar
Rhoma Irama saat melakukan konser live di Indosiar (Indosiar)

Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock".

Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial.

Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku.

Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. 

Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta.

Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.

Baca juga: GOSIP Ayu Ting Ting Berhubungan dengan Raffi Ahmad, Nagita Bongkar Borok Suami Kepergok di Apartemen

Baca juga: Yuni Shara Trending di Twitter, Pakai Ulos Batak Dikira Pakaian Terbuka, Banjir Hujatan dan Dukungan

Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar.

Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993.

Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya.

Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. 

Namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Adapun sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan kurang lebih 1000 buah lagu dan bermain di lebih 20 film.

(*/Tribunmedan.id)

Baca Berita Artis Terpopuler Lainnya

Artikel ini Drangkum dari Berbagai Sumber dan telah tayang di laman surya.co.id dengan judul: Rhoma Irama Apes di Surabaya, Gugat Royalti Lagu Rp 1 Miliar Kandas, Malah Dihukum Bayar Rp 539 Ribu

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved