Breaking News:

TRIBUNWIKI

Marthin Frans Sianipar, Pebalap yang Juga Pengarang Lagu Batak, Pecinta Koleksi Benda Klasik

Ia awalnya mengecap pendidikan di bidang perhotelan di Jakarta sembari mengembangkan bakatnya sebagai penyanyi dan pengarang lagu Batak.

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Ayu Prasandi
HO
Martin Sianipar saat membuat video klip lagu ciptaannya, lagu Batak Ho do Haholanghi 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – “Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya aku memutuskan mendirikan sebuah warung makanan. Di sini, aku sadar bahwa pengalaman selama ini adalah batu uji memutuskan pilihan hidup,” ujar Marthin Sianipar (36) saat disambangi di warungnya, yang diberi nama Lapo Gotil. 

Di Lapo Gotil yang terletak di Kota Balige tertumpuk benda-benda klasik yang menjadi teman saat menunggu para pengunjung atau penikmat makanan datang. Di sebuah meja kayu yang dikelilingi kursi klasik, ia bercerita akan kisah hidupnya. 

Pria kelahiran Balige, 19 Juni 1985 ini jatuh cinta pada dunia musik sejak kelas V SD. Kelihaiannya  bermain gitar bersumber dari orang-orang sekitarnya.

Ternyata, bukan sebatas mengerti musik gitar, ia juga suka menulis lagu yang berkiblat pada sosok pengarang lagu Batak, Nahum Situmorang. 

Baca juga: Sensasi Makan Menu Food Court Ala Kontainer di Inbox Cafe

Baginya, Nahum Situmorang adalah sosok penulis lagu Batak yang mampu mewakilkan perasaan mayoritas masyarakat Batak dalam untaian syair lagu.

Saking tertariknya, ia banyak menghabiskan waktu mendengarkan lagu Nahum Situmorang. 

Martin Sianipar saat membuat video klip lagu ciptaannya, lagu Batak Ho do Haholanghi
Martin Sianipar saat membuat video klip lagu ciptaannya, lagu Batak Ho do Haholanghi (HO)

Semangatnya bermain musik pun terlihat dengan kemampuannya menuliskan sejumlah lagu Batak yang beberapa kali mendapatkan tawaran dari penyanyi Batak terkenal. 

Ia memilih untuk mengumpulkan syair Lagu Batak dan nada-nadanya yang kemudian hari akan ia perdengarkan bagi banyak orang.

Baginya, resep menulis lagu adalah kejujuran dan ketulusan hati menerima inspirasi.

Tak perlu gegabah, namun berserah seperti kertas putih yang siap ditulis. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved