Breaking News:

Dosen UMSU Minta Bobby Nasution Bisa Bedakan Posisinya Sebagai Wali Kota Medan dan Menantu Presiden

Pada Senin (19/4/2021) puluhan jurnalis melakukan aksi tutup mulut dengan membawan poster di depan Balai Kota Medan.

TRIBUN MEDAN / ist
Pengamat Pemerintahan Arifin Saleh Siregar saat berada di ruangannya, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution didemo sejumlah jurnalis lintas media di Kota Medan. Aksi unjuk rasa inipun dilakukan sudah tiga kali sejak aksi pertama pada Kamis (15/4/2021) lalu. 

Pada Senin (19/4/2021) puluhan jurnalis melakukan aksi tutup mulut dengan membawan poster di depan Balai Kota Medan.

Beragam tulisan satir di poster dipegang masing-masing jurnalis dari berbagai media di Kota Medan, baik lokal maupun nasional. 

Melihat hal ini, pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar mengatakan sebagai Wali Kota Medan Bobby harus memahami posisinya. 

"Bobby sebagai Wali Kota harus memahami posisi dia sebagai kepala pemerintahan, sebagai orang nomor satu di Kota Medan,"

"Dan juga sebagai keluarga istana, dalam konteks tugas-tugas pemerintahan Kota Medan, dia juga harus bisa memilah-milah mana yang harus di kedepankan mana yang yang harus di kesampingkan, dan juga bisa mengambil keputusan skala prioritas posisinya sebagai kepala pemerintahan dibanding dengan keluarga istana," ujar Arifin Saleh saat diwawancarai, Selasa (20/4/2021). 

Arifin mengatakan, sebagai pejabat publik Bobby harus memahami bahwa dia milik publik, milik warga Kota Medan.

"Konsekuesi sebagai pejabat publik itu banyak, memang tak bisa dihindari dengan ketentuan atau SOP terhadap pengawalan terhadap keluaraga presiden.

Pascapelarangan bawahan Wali Kota Medan baik Paspampres, Satpol PP dan Polisi terhadap wartawan di Pemko Medan, juru warta protes Wali Kota Medan Bobby Nasution di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (16/4/2021).
Pascapelarangan bawahan Wali Kota Medan baik Paspampres, Satpol PP dan Polisi terhadap wartawan di Pemko Medan, juru warta protes Wali Kota Medan Bobby Nasution di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (16/4/2021). (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Nah di sinilah dia menentukan posisinya itu, dia harus berani dan tegas kapan dia pejabat publik dan kapan dia keluarga istana," tuturnya.

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU itu, terkait permasalah yang terjadi kepada jurnalis ini juga harus disikapi dengan  bijak. Arifn mengatakan ini sebuah kritik yang membangun. 

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved