Breaking News:

Sekejap Beredar, Video Prosedur Wawancara Doorstop Wali Kota Medan Dihapus Pemko Medan

Pemko Medan membuat aturan doorstop terhadap Wali Kota Medan. Tapi baru sekejap tayang, videonya malah dihapus

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Foto tangkapan layar video @humaspemkomedan. Ilustrasi prosedur wawancara doorstop di Balai Kota Medan 

Beragam tulisan satir di poster dipegang masing-masing jurnalis dari berbagai media di Kota Medan, baik lokal maupun nasional. 

Hal ini ditanggapi oleh berbagai pihak, satu di antaranya pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar mengatakan sebagai Wali Kota Medan Bobby harus memahami posisinya. 

"Bobby sebagai Wali Kota harus memahami posisi dia sebagai kepala pemerintahan, sebagai orang nomor satu di Kota Medan,"

"Dan juga sebagai keluarga istana, dalam konteks tugas-tugas pemerintahan Kota Medan, dia juga harus bisa memilah-milah mana yang harus di kedepankan mana yang yang harus di kesampingkan, dan juga bisa mengambil keputusan skala prioritas posisinya sebagai kepala pemerintahan dibanding dengan keluarga istana," ujar Arifin Saleh saat diwawancarai, Selasa (20/4/2021). 

Baca juga: Polemik Kerumunan di Kesawan City Walk Kota Medan, Satgas Covid-19: Gimana Mau Kita Bilang?

Terpisah, Kepala Divisi Kelembagaan Komisi Informasi Provinsi Sumut Ramdeswati Pohan mengaku menyesalkan insiden yang terjadi pada Rabu (14/4/2021) itu. Apalagi terkait dugaan pengusiran terhadap jurnalis yang dilakukan oleh oknum pengamanan baik Paspampres, Satpol PP atau pun kepolisian saat itu.

Karena itu sudah melampaui batas dari kerja tim pengamanan tersebut. Apalagi Paspampres yang bertugas sebagai pengaman keluarga presiden. Bukan malah mengusir jurnalis.

“Jurnalis itu kerja dilindungi undang undang nomor 40 tahun 1999 yang artinya bahwa jurnalis itu Lex spesialis, Lex Derogat dan Lex Generali, dia mempunyai ke istimewaan khusus dalam mendapatkan informasi,” kata Desi, Selasa (20/4/2021).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada unggahan resmi dari Humas Pemko Medan mengenai video yang telah dihapus tersebut. Banyak kalangan jurnalis yang bertanya mengenai prosedur yang sudah sempat beredar tersebut.(cr14/tribun-medan.com

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved