Breaking News:

Sosok Kartini di Mata Perempuan Hari Ini dan Perbandingan Antara Cerita Bumi Poetra dan Belanda

RA Kartini dianggap sebagai sosok wanita pendobrak kesetaraan gender. Tapi banyak kisah dan pandangan lain mengenai Kartini

TRIBUN MEDAN/HO
Perempuan Hari Ini (PHI) Lusty Ro Malau mengutarakan pendapatnya soal sosok RA Kartini.(HO) 

"Misalnya aku perempuan Jawa, tetapi kan aku harus juga memperjuangkan perempuan lainnya. Coba kita bayangkan perempuan hari ini, dia punya priviledge orangtuanya punya jabatan,"

"Justru anak perempuan itu mengambil jabatan dan tidak menyuarakan kebutuhan perempuan lainnya," katanya.

Menurut Lusty Rao Malau, emansipasi secara umum belum tercapai di Indonesia.

Pasalnya masih banyak perempuan di daerah Timur Indonesia mengakses air bersih, sanitasi, stunting, perbudakan seksual yang dibenarkan oleh budaya, ketertindasan sistem negara, dan paling parah kaum millenial beranggapan ketika sudah merdeka karena sekolah, dia menutup mata ke orang lain.

Selain itu, ada praktik misogini (sindrom yang menyebabkan seseorang membenci perempuan, baik dari pria maupun dari sesama perempuan)
yang dialami wanita.

Contohnya perempuan yang baru lulus kuliah langsung dibatasi menikah, padahal mau lanjut lagi meneruskan pendidikan.

Baca juga: ANYA Geraldine Pamer Kulit Mulus Eksotis di Hari Kartini, Buat Ngiler Lihat Penampilan Terbarunya

Kemudian alasan untuk wanita mengalah agar lelaki sekolah.

"Memang secara formal laki dan perempuan sekolah. Tapi emansipasi belum tercapai," ujarnya

Belajarlah dari Kartini, walaupun punya privilage dia mampu menanggalkan hal itu dan bersuara kepada perempuan lain. (cr9/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved