Breaking News:

News Video

Lebih Tua dari Masjid Raya Al Mashun, Masjid Al Massawa Bukti Eksistensi Etnis Arab di Medan

Dari beberapa masjid bersejarah lainnya di Kota Medan, Masjid Al Massawa termasuk yang paling jarang disoroti keberadaannya.

Lebih Tua dari Masjid Raya Al Mashun, Masjid Al Massawa Bukti Eksistensi Etnis Arab di Medan

TRIBUN-MEDAN.COM - Dari beberapa masjid bersejarah lainnya di Kota Medan, Masjid Al Massawa termasuk yang paling jarang disoroti keberadaannya.

Masjid yang juga akrab disebut dengan Masjid Arab ini dibangun pada tahun 1890 yang secara historis lebih tua dibandingkan Masjid Raya Al Mashun yang dibangun pada 1906.

Masjid Arab dikelilingi oleh kantor-kantor dan ruko. Letaknya di gang kecil antara Jalan Arab dan Jalan Temanggung, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Masjid ini terletak tak jauh dari Masjid Lama Gang Bengkok di Jalan Masjid.

Hanya berjarak beberapa meter dari situs bersejarah di Kesawan, Rumah Tjong A Fie.

"Masjid Al Massawa atau lebih dikenal dengan Masjid Arab dibangun pada tahun 1890. Diberi nama Al Massawa karena dibangun atas tanah waqaf milik Abdurrahman Al Massawa, seorang keturunan Arab dari Yaman," kata Haji Abdul Azis, Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Massawa kepada tribun-medan.com, Jumat (23/4/2021).

Azis mengatakan, sejarah Masjid Arab diawali dengan rasa cemburu kelompok etnis Arab yang tinggal di sekitar Kesawan.

Di mana pada sekitar tahun 1890 saudagar Tionghoa Tjong A Fie memberikan tanah dan dana untuk membangun Masjid Lama untuk orang Melayu di Kesawan.

"Pada sekitar tahun 1890 Tjong A Fie memberikan tanah kepada orang Melayu yang ada di Jalan Masjid untuk dibangun Masjid. Karena sebagian besar yang tinggal di daerah sini orang Arab, salah satunya Abdurrahman Al Massawa, jadi dia cemburu tidak dikasih tanah sama Tjong A Fie, makanya dikasihnya tanahnya untuk didirikan Masjid pada tahun 1890," jelas Azis.

Awalnya, terang Azis, Masjid Al Mussawa hanya sebatas Musala dengan bangunan papan seadanya.

Berselang 12 tahun bentuk bangunan dirombak dan mulai disisipi batu serta papan dalam konstruksi bangunan.

"Sekitar 12 tahun kemudian dirombak, dibikin papan setengah batu," ujarnya.

Azis mengatakan, sekitar tahun 1965, Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ahmad Tahir memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Arab.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved