Breaking News:

TRIBUNWIKI

Hilde Hutapea, Habiskan Masa Tua Persiapkan Anak di Kawasan Toba Sekolah dan Bekerja di Jerman

Satu hal yang bisa membuat anak-anak dari kawasan Toba bisa berangkat ke negara Jerman adalah persiapan kursus bahasa Jerman.

TRIBUN MEDAN/ MAURITS
Hilde Hutapea, seorang pendiri kursus bahasa Jerman di Balige  

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – "Saya lebih banyak habiskan waktu di kampung halamanku sendiri di Laguboti ini. Dan, ada kebanggaan bagiku kalau banyak anak Toba ini yang bisa nikmati suasana Jerman; sekolah dan bekerja di sana," ujar Hilde boru Hutapea saat berbincang dengan Tribunmedan.id pada Sabtu (24/4/2021).

"Di masa tuaku ini, aku mau melihat banyak orang dari kawasan Toba ini memiliki banyak pilihan untuk gapai kesuksesan termasuk perjalanan ke luar negeri," lanjutnya.

Satu hal yang bisa membuat anak-anak dari kawasan Toba bisa berangkat ke negara Jerman adalah persiapan kursus bahasa Jerman.

Dengan mendirikan sebuah tempat kursus bahasa Jerman, ia berharap muda kaum muda yang diberangkatkan tidak kelabakan saat berkomunikasi dengan orang Jerman.

"Apapun katanya, bahasa adalah hal pokok dalam perjalanan. Kalau mau berkomunikasi dengan orang lain, kita mesti tahu bahasanya kan. Nah inilah yang kita persiapkan saat ini," sambungnya.

Baca juga: Ustaz Zacky Mirza Tanggapi Nissa Sabyan & Ayus Kembali Tampil di Muka Publik,Program Mereka Dicancel

Setelah berbincang lama, ia ternyata pernah tinggal di Jerman selama 6 tahun. Di usia remajanya, tinggal di Jerman menjadi modal utama baginya mengenal bahasa Jerman.

Hilde Hutapea, seorang pendiri kursus bahasa Jerman di Balige 
Hilde Hutapea, seorang pendiri kursus bahasa Jerman di Balige  (TRIBUN MEDAN/ MAURITS)

Bukan sebatas tahu bahasa, ia juga secara perlahan memahami budaya masyarakat Jerman. Budaya tersebut akhirnya terinternalisasi tanpa meninggalkan budaya asalnya, Batak Toba.

Tepat pada umur 17 tahun, puteri kelahiran Toba, tepatnya di Desa Pardinggaran, Kecamatan Laguboti, Hilde boru Hutapea melihat secara langsung kehidupan masyarakat Jerman sejak tahun 1975 hingga 1981.

Lebih rinci lagi, ibu tiga anak ini menyampaikan bahwa para pelajar yang diberangkatkan ke Jerman itu dikhususkan untuk tenaga kerja perhotelan dan kesehatan.

Kabar baiknya, saat kaum muda yang telah dinyatakan lulus setelah lulus dari ujian khusus tersebut di Jakarta, pihak negara Jerman menyediakan pembiayaan pendidikan dan kebutuhan hidup peserta kursus selama berada di Jerman

Halaman
123
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved