Breaking News:

Hujan Bulan Juni, Puisi Penyair Legendaris yang Diubang Menjadi Lagu Oleh Niesya Ridhania Harahap

Sapardi Djoko Damono adalah penyair legendaris. Puisi berjudul Hujan Bulan Juni milik Sapardi diubah menjadi lagu oleh Niesya Ridhania Harahap

TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING
Niesya Ridhania Harahap saat hadir dalam segmen Ngobstik Tribun Medan, Jumat (23/4/2021).(TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Penyanyi muda berbakat asal Medan Niesya Ridhania Harahap meluncurkan single terbarunya bertajuk "Hujan Bulan Juni" pada 19 Maret 2021 lalu.

Lagu yang dibawakannya ini berangkat dari puisi karya penyair legendaris Indonesia Sapardi Djoko Damono.

Puisi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Darmono sebelumnya telah diadaptasi dalam buku dan film.

Namun, Niesya menghadirkan interpretasi pribadi dengan melodi baru bernuansa folk classical dengan interpretasi pribadinya.

Baca juga: Vicky Prasetyo Menitikan Air Mata Usai Dengar Lagu ini, Teringat Mantan & Anaknya:Semoga Ketemu Lagi

Dia mengatakan, bait "Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu" punya makna tersendiri.

"Jadi hujan ini diibaratkan seorang lelaki yang merahasiakan rasa rindunya kepada pohon bunga yang diisyaratkan seorang wanita," ujar Niesya, Jumat (23/4/2021) malam.

Kemudian, sambungnya, bait "Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni, dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu,", menurut Niesya juga punya makna.

"Kesannya disini, lelaki ini ingin mengatakan namun ada sesuatu yang menahan dia untuk tidak mengungkapkannya," katanya.

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.

Baca juga: Anak-anak Iis Dahlia Kena Bully Gegara Sang Ibu Salah Lirik Saat Menyanyikan Lagu Ramadan

"Lelaki ini akhirnya tidak mengungkapkannya karena ia merasa meskipun aku tidak mengatakannya, sang pujaan hatiku pasti bisa merasakan kerinduan dan cintaku," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Angel aginta sembiring
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved