Ramadan 2021
Jawaban Buya Yahya, Kenapa Datangnya Malam Lailatul Qadar Selalu Disembunyikan Allah SWT
Kata lailah adalah malam, menurut ilmu nahwu kata al-lailah yaitu mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar shadiq (malam hari).
TRIBUN-MEDAN.com - Buya Yahya pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dalam Channel Youtube Al-Bahjah TV menyebutkan bahwa yang bisa berbuat baik di malam ini maka kebaikan itu lebih baik daripada kebaikan yang dilakukan dalam tempo 1000 bulan.
Secara harfiah, Lailatul Qadar berasal dari kata lail dan qadar.
Kata lailah adalah malam, menurut ilmu nahwu kata al-lailah yaitu mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar shadiq (malam hari).
Sedangkan kata Al-Qadar merupakan masdar dari lafadz qadartu aqdiru qadaron, yang dikehendaki dengan qadar (ketentuan) adalah suatu yang ditentukan oleh Allah dari urusan-urusan.
Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang dijanjikan oleh Allah SWT dengan berbagai keutamaan dan kemuliaan.
Keutamaan malam Lailatul Qadar di antaranya adalah:
- Malam diturunkan al-quran yang mana terdapat dalam surat Al-Qadr ayat 1 "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran pada malam qadar”
- Malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Menyiratkan keutamaan besar yang dimiliki malam Lailatul Qadar, yang mana nilai ibadahnya lebih baik dibanding seribu bulan. Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Al-Qadr: 3).
- Dipimpin Jibril, malaikat turun mengatur segala urusan pada malam ini. Allah berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 4, “Pada malam itu, turunlah para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya, (mengatur segala urusan).
- Lailatul Qadar sebagai malam penuh kesejahteraan. Selain penuh keberkahan, malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang penuh kesejahteraan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 5, "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar"
Buya Yahya mengatakan, ulama menyepakati bahwa malam lailatul qadar itu terdapat pada bulan Ramadhan.
Mereka sepakat bahwa malam itu disembunyikan oleh Allah.
Ada yang beranggapan malam itu ada di 10 hari akhir Ramadan, ada juga yang beranggapan malam itu ada di awal atau tengah Ramadan.
"Diantara 10 malam Ramadhan ada di hari-hari ganjil" ujar Buya
Perindu kemuliaan akan rindu mencarinya. Itu tanda kasih sayang Allah disembunyikan, tidak diberi tahu
Menurutnya Kalau Malam Lailatul Qadar diberitahu maka berantakan dunia ini, Mau ke pasar gak bisa, sopir angkot juga tidak mau karena pergi mencari lailatul qadar.
Yang pergi masak pun gak mau, Anda gak makan. Warung gak jualan karena semua pengen lailatul qadar, karena disembunyikan Allah, alhamdulillah, yang kerja, kerja, nyupir, nyupir," kata Buya.
Kita hanya bisa menduga, bila Anda bisa menduga tiap malam Ramadhan adalah lailatul qadar maka kita akan mendapatkannya.
Tapi kalau hanya memilih-milih maka bisa kelewat
Adapun waktu tiba malam itu, maka hidupkan dengan beribadah, tidak harus di mesjid, bisa di rumah, jangan sampai gara-gara tidak ke mesjid kita tidak bisa mendapatkan kebaikan.
Siapapun yang menghidupkan setiap malam, mengharap Lailatul Qadar dengan beribadah, maka akan mendapatkannya walaupun dengan sadar mendapatkannya.
(*/ Tribun-Medan.com)