Breaking News:

TRIBUNWIKI

Masjid Al Massawa Bukti Eksistensi Etnis Arab di Medan, Lebih Tua dari Masjid Raya Al Mashun

Masjid Arab dikelilingi oleh kantor-kantor dan ruko. Letaknya di gang kecil antara Jalan Arab dan Jalan Temanggung.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Masjid Al Mussawa atau Masjid Arab di jalan Temanggung, Kesawan, Medan Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 1809 dan menjadi saksi sejarah keberadaan bangsa Arab di Kota Medan.  

Awalnya, terang Azis, Masjid Al Mussawa hanya sebatas Musala dengan bangunan papan seadanya. Berselang 12 tahun bentuk bangunan dirombak dan mulai disisipi batu serta papan dalam konstruksi bangunan.

Baca juga: Ustaz Zacky Mirza Tanggapi Nissa Sabyan & Ayus Kembali Tampil di Muka Publik,Program Mereka Dicancel

"Sekitar 12 tahun kemudian dirombak, dibikin papan setengah batu," ujarnya.

Azis mengatakan, sekitar tahun 1965,  Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ahmad Tahir memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Arab.

Hal ini didasarkan pada pertemanan yang erat dengan penjaga Masjid Al Mussawa pada waktu itu, Syekh Mahmud Ayat.

"Kemudian tahun 1965 waktu Jenderal Tahir menjabat jadi Jenderal TNI diminta sama anaknya Syekh Mahmud Ayat yang mengurusi masjid ini, untuk membangun masjid ini.

Mereka menawarkan bantuan, kemudian diajukan untuk membantu pembangunan masjid ini," katanya.

Dikatakannya, sejak pertama kali dibangun, luas Masjid Al Mussawa kemudian diperlebar dengan membeli dua ruko yang ada di sebelah masjid pada tahun 1965. Sehingga bentuk masjid berubah dan menjadi dua lantai.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Kota Medan, Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Banjir

"Kemudian dikirim kolonel ke sini untuk memeriksa masjid. Lalu dibelilah dua ruko di sebelahnya. Dibangun pakai beton dua tingkat, biayanya hanya 600 ribu saat itu.

Sudah lama sekali. Kalau sekarang barangkali Rp 3 Miliar lah biayanya. Dari sejak itulah menjadi bentuk masjid ini sampai sekarang," kata Azis.

Di usianya yang sudah mencapai 131 tahun, Masjid Arab tampak masih tegak berdiri. Keberadaan Masjid Arah tidak begitu mencolok lantaran posisinya yang terhimpit ruko-ruko dan kawasan perkantoran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved