Breaking News:

TRIBUNWIKI

Masjid Al Massawa Bukti Eksistensi Etnis Arab di Medan, Lebih Tua dari Masjid Raya Al Mashun

Masjid Arab dikelilingi oleh kantor-kantor dan ruko. Letaknya di gang kecil antara Jalan Arab dan Jalan Temanggung.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Masjid Al Mussawa atau Masjid Arab di jalan Temanggung, Kesawan, Medan Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 1809 dan menjadi saksi sejarah keberadaan bangsa Arab di Kota Medan.  

Meskipun begitu, Masjid Arab menjadi bukti sejarah keberadaan bangsa Arab di Kota Medan.

Saat tribun-medan.com mengunjungi areal Masjid di Hari Jumat (23/4/2021) tampak suasana masjid ramai didatangi jamaah laki-laki yang bersiap untuk menunaikan Salat Jumat.

Beberapa pedagang aksesoris muslim juga mulai membentangkan dagangannya di sekitar pintu masuk masjid.

Masjid Arab berbentuk seperti ruko dua tingkat. Lantai satu khusus jamaah laki-laki, sementara lantai dua diperuntukkan bagi jamaah perempuan.

Aksen Arab masih terlihat di beberapa ornamen di areal luar masjid.

Karena letaknya yang dikelilingi kantor dan ruko, Masjid Arab hanya ramai di beberapa kesempatan seperti Bulan Ramadhan, Salat Jumat, Salat Dzuhur, Ashar dan Magrib.

Baca juga: Berebut Lahan Garapan, Warga Tuding Pengembang Sengaja Benturkan Masyarakat dengan OKP

"Tapi kalau Salat Subuh dan Isya di sini sepi. Karena enggak banyak penduduk. Di sini adanya perkantoran semua," ujar Azis.

Beberapa kali dalam satu bulan Masjid Arab juga rutin melakukan pengajian.

Sementara saat bulan Ramadhan, tidak ada Salat Tarawih yang dilakukan di Masjid lantaran sepi penduduk.

"Salat Tarawih dari sekitar puluhan tahun lalu ditiadakan di masjid ini. Karena sepi penduduk dan ini kawasan kantor. Kita juga yang BKM tinggalnya jauh dari sini," katanya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved