Breaking News:

TRIBUNWIKI

Niesya Ridhania Harahap, Musisi Asal Medan, Bangun Karir Sebagai Cover Singer Lewat Youtube

Niesya juga menyampaikan pada refrain, ia menggambarkan dengan senandung merdunya yang tepat untuk ungkapan yang tidak tersampaikan itu.

HO
Niesya Ridhania Harahap 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Niesya Ridhania Harahap atau kerap disapa Ica merupakan seorang musisi solo muda, cantik dan berprestasi dari Kota Medan. 

Sejak 2018, Niesya mengembangkan projek solo yang dimulainya dengan membangun karir sebagai cover singer dan vlogger lewat situs youtube yang dikelolanya sendiri dengan nama NIESYA OFFICIAL. 

Di tahun 2020, Niesya mulai mengeluarkan single yang bertajuk Gundah pada Februari 2020 genre Pop Orchestra, Kepergianmu pada Mei 2020 genre Pop Akustik, Aku Melihat Indonesia pada Agustus 2020 genre Pop Folk, Keraguan pada September 2020 genre Latin Jazz dengan Brazilian Samba. 

Baca juga: 2 Terminal Bus yang Ada di Medan, Segera Direhab Jadi Standar seperti Stasiun

Dan single terbarunya yang dirilis pada 19 Maret bertajuk Hujan Bulan Juni yang diambil dari puisi Sapardi Djoko Damono, karya penyair legendaris Indonesia yang telah diadaptasi dalam buku dan film. 

Namun, Niesya menghadirkan interpretasi pribadi dengan melodi baru bernuansa folk classical dengan interpretasi pribadinya seperti berikut. 

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. 

Foto Penyanyi Niesya Ridhania Harahap
Foto Penyanyi Niesya Ridhania Harahap (Tribun Medan/HO)

"Jadi hujan ini diibaratkan seorang lelaki yang merahasiakan rasa rindunya kepada pohon bunga yang diisyaratkan seorang wanita," ujar Niesya. 

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni, Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu. 

"Kesannya disini, lelaki ini ingin mengatakan namun ada sesuatu yang menahan dia untuk tidak mengungkapkannya," 

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu. 

Baca juga: MEMANAS, Hotman Paris Ingatkan Hotma Sitompul dan Bakal Lapor Balik ke Peradi, Bakal Tak Teguran?

"Lelaki ini akhirnya tidak mengungkapkannya karena ia merasa meskipun aku tidak mengatakannya, sang pujaan hatiku pasti bisa merasakan kerinduan dan cintaku," 

Niesya mengungkapkan puisi ini banyak ditafsirkan oleh setiap orang dengan penafsiran yang berbeda. Bahkan, penyair Sapardi Djoko memiliki interpretasi tersendiri terhadap puisi Hujan Bulan Juni. 

"Jadi aku mengisyaratkan kayak hujan itu sebagai personifikasi orang tanf tidak mampu mengungkapkan perasaannya, itulah kenapa Hujan Bulan Juni, karena itu tidak akan bisa tersampaikan,". 

Niesya juga menyampaikan pada refrain, ia menggambarkan dengan senandung merdunya yang tepat untuk ungkapan yang tidak tersampaikan itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved