PSMS Medan Rogoh Kocek Rp 150 Juta untuk Bawa Paulo Sitanggang dari Persik, Tapi Malah Ditinggal
Saat itu Paulo masih terikat kontrak dengan Persik dan saat itu semua biaya yang sudah dikeluarkan Persik sudah ditutupi oleh PSMS Medan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Medan Julius Raja mengaku managemen membawa Paulo Oktavianus Sitanggang dari Persik ke PSMS Medan bukan gratis.
"Jadi kemarin dari Tahun 2020, mengambil Paulo Sitanggang dari Persik, itu juga bukan free, bayar Rp 150 juta ke Persik," katanya, Sabtu (24/4/2021).
Ia menceritakan, saat itu Paulo masih terikat kontrak dengan Persik dan saat itu semua biaya yang sudah dikeluarkan Persik sudah ditutupi oleh PSMS Medan.
"Kan saat itu dia masih terikat kontrak dengan Persik. Jadi semua biaya dia, kami tutup la. Bayar Rp 150 Juta dulu dengan cara di transfer dan kemudian Persik Kediri kasih surat keluarnya dan disitulah Paulo menjadi pemain kita," terangnya.
Saat itu, aku pria yang akrab disapa King ini, managemen PSMS Medan membayar semua administrasi dan biaya untuk Paulo Oktavianus Sitanggang yang akhirnya dia (Paulo) dapat surat keluar untuk ke PSMS Medan.
"Surat keluar dia dari Persik bukan ke Paulo Sitanggang. Tapi ke PSMS Medan karena PSMS Medan yang membayar. Tujuannya agar dia tidak liar," katanya.
Masih dikatakan King, kalau surat tersebut diberikan kepada Paulo, sementara yang bayar PSMS Medan yang mengeluarkan biaya semua berarti Paulo bisa main di klub lain.
"Jadi langsung mereka (Persik) berbicara dengan Managemen PSMS Medan. Kami berbicara langsung kami bayar. Setelah kami bayar surat keluarnya langsung dikirim ke PSMS Medan bukan ke Paulo Sitanggang," akunya.
Selain itu, masih dikatakan King, surat tersebut ditunjukkan managemen ke Paulo.
"Paulo ini surat mu sudah keluar, sekarang kau harus bermain di PSMS dan gajimu 25 juta teken pada waktu itu, siap. Semua 22,5 juta ditambah uang transpor ditambah ini, digenapkan jadi 25 juta sebulan. Oke teken siap bayar. Mulai dari tahun 2020 Sampai Februari 2021 kontrak kita hormati sama-sama meskipun liga tidak jalan," akunya.
Selesai itu, sambung King, pada 12 Maret 2021 managemen PSMS Medan perpanjang kontrak dan melakukan negosiasi ulang. "Tanggal 15 Maret 2021 kita buat kontraknya dan diteken sama Paulo," ujarnya.
Jadi, aku King, semua sudah ada surat-suratnya. "Kita juga membuat kwitansi sehingga semuanya jelas dan biar masyarakat juga mengetahuinya," katanya.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kontrak.jpg)