Breaking News:

Bocoran Ketua PHRI Agar Okupansi Hotel Meningkat di Libur Lebaran di Masa Pandemi Covid-19

Bisnis perhotelan ikut terdampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai hingga saat ini

Situs pemesanan Tiket.com
Kolase penampakan ruangan kamar dan fasilitas kolam renang dalam Hotel Alona milik artis Cynthiara Alona, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Kebijakan larangan mudik pada Mei mendatang diprediksi akan mempengaruhi bisnis hunian perhotelan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara Denny S Wardhana mengungkapkan, bahwa hingga pekan kedua bulan Ramadan, okupansi tamu menginap di hotel masih berada di kisaran 30 persen dari total jumlah kamar yang tersedia.

“Sekarang okupansi kita di bulan puasa ini di angka 30-an persen, rata-rata hotel bintang 3 sampai 5. Sama saja okupansinya dengan bulan lalu,” ungkap Denny, Minggu (25/4/2021).

Sebelumnya, laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara mencatat jika Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara pada bulan Februari 2021 mencapai 36,58 persen.

Baca juga: Optimalisasi Pelayanan Masa Pandemi, Hotel Santika Premiere Medan Lakukan Vaksinasi Karyawan

Namun begitu, hingga saat ini pengusaha hotel belum dapat memprediksi waktu peningkatan pemesanan kamar lantaran adanya kemungkinan perubahan kebijakan saat bulan Ramadan ini. 

Terkait hal ini, Denny memprediksi bahwa pemesanan kamar hotel dapat dilakukan sekitar seminggu sebelum lebaran Idul Fitri.

Namun, Denny kembali memastikan bahwa okupansi hotel periode ini masih terbatas sejalan dengan kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan oleh Satgas Covid dalam Surat Edaran No 13 Tahun 2021.

“Karena larangan mudik, kita hanya bisa menerima tamu lokal. Lokal itu dari Medan, Deliserdang, dan Binjai,” ujar Denny.

Baca juga: Pesta di Hotel City Hall Abaikan Prokes, Begini Tanggapan Satgas Covid 19 Sumut

Dibandingkan dengan periode Ramadan dan Idulfitri tahun 2020, okupansi hotel meningkat sekitar 20 persen.

Rata-rata TPK hotel di Sumut periode tersebut hanya sekitar 10 persen.

Terkait hal ini, Denny pun memberi bocoran dan masukan kepada pengusaha agar okupansi hotelnya meningkat.

Adapun yang harus dilakukan yakni dengan menerapkan Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE).

Baca juga: Hotel Anda Siantar yang Jadi Lokasi Pesta Narkoba 9 Pemuda Ternyata Tak Berizin

CHSE ini, kata Denny, merupakan standar dari Kementerian Pariwisata.

Denny menambahkan, biasanya pada periode ini peningkatan tamu hotel paling banyak terjadi di daerah dengan destinasi wisata alam, seperti Kabupaten Toba dan Kabupaten Karo.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved