Ramadhan 2021

Jalani Puasa Lebih 17 Jam di Irlandia, Riva Rindu Suara Ibu Saat Bangunkan Sahur di Kampung Halaman

Sebagai negara empat musim, Irlandia termasuk negara dengan durasi puasa terlama di Eropa.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Juang Naibaho
dok pribadi
Riva Amelia (26) Alumni Magister Ethnochoreology dari University of Limerick Irlandia 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tahun ini menjadi tahun kedua bagi Riva Amelia (26) menjalani puasa di Irlandia.

Sebagai negara empat musim, Irlandia termasuk negara dengan durasi puasa terlama di Eropa.

Jika tahun lalu Riva masih tinggal di Kota Limerick untuk berkuliah S2 jurusan Ethnochoreology, tahun ini Riva telah bekerja di sebuah perusahaan di Kota Dublin, Irlandia.

Tahun ini, durasi puasa di Irlandia tidak selama tahun lalu. Waktu imsak pukul 03.45 dan waktu berbuka pukul 21.15 atau lebih dari 17 jam.

"Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu karena tahun ini saya telah menyelesaikan studi S2 saya, sehingga Ramadhan kali ini terasa lebih ringan tidak ada beban pikiran untuk tugas kuliah," ujar Riva saat berbincang dengan www.tribun-medan.com melalui Whatsapp, Minggu (25/4/2021).

Lebih lanjut Riva bercerita, tahun ini rasa rindu dengan keluarga sangat besar dan bahkan lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu, Riva berharap bahwa tahun ini bisa menyempatkan pulang ketika lebaran, namun pandemi masih menjadi halangan terbesar untuk bertemu dengan keluarga.

"Saya hanya berharap pandemi ini segera berakhir dan saya bisa bertemu dengan keluarga saya secepatnya," tuturnya.

Riva Amelia, mahasiswi asal Indonesia program MA jurusan Ethnochoreology di Irish World Academy, University of Limerick, Irlandia
Riva Amelia, Alumni Magister Ethnochoreology dari University of Limerick Irlandia (Dokumentasi Pribadi)

Tinggal di Irlandia adalah untuk ketiga kalinya Riva merantau meninggalkan rumah dan jauh dari keluarga. Sebelumnya pada tahun 2015 ia melakukan study exchange ke Thammasat University di Thailand. Lalu pada tahun 2019 menjadi penari di sebuah festival di Taiwan dan pada akhir Agustus 2019 Riva berangkat ke University of Limerick Irlandia untuk menempuh pendidikan S2.

"Merantau di Irlandia adalah yang terjauh dan terlama," kata perempuan kelahiran 22 Juli 1995 ini.

Di Irlandia, Riva mengaku tidak mempunyai banyak teman Muslim. Karena Irlandia bukan merupakan negara Muslim, kata Riva sama sekali tidak ada perbedaan antara bulan Ramadhan dan bulan lainnya di Irlandia.

Riva mengatakan keseharian di Dublin sedikit berbeda dengan tahun lalu. Pekerjaan Riva dimulai pukul 6 sore hingga 2 pagi karena ia kerja pada shift malam.

"Sebelum bekerja saya menyempatkan untuk membuat waktu saya sedikit lebih produktif yaitu saya masih aktif untuk menulis artikel tentang tari. Dan setelah selesai kerja biasanya saya menunggu 1 jam dan menyiapkan makanan untuk sahur. Ramadhan kali ini sedikit lebih mudah dari tahun lalu karena puasa dimulai jam 3:45 hingga 21:15," katanya.

Riva mengaku belum pernah mengalami momen Ramadhan sebelum pandemi di Irlandia. Ia mengatakan, mengalami 2 kali Ramadhan dengan keadaan yang sama, yaitu lockdown sehingga menjadikan Riva tidak bisa ke mana-mana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved