Breaking News:

Persiapan Mal Sudah 90 Persen, Pengelola Antisipasi Larangan Mudik

udah melakukan persiapan hingga 90 persen untuk skema pengaturan pengunjung agar tidak terjadi pembludakan

TRIBUN MEDAN / HO
Pengunjung Centre Point Mall mencuci tangan secara touchless atau tanpa sentuh, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aturan larangan mudik diprediksi akan meningkatkan okupansi mal selama Ramadan mau pun jelang Lebaran mulai Mei mendatang.

Terkait hal ini, beberapa mal di Kota Medan ternyata sudah mempersiapkan regulasi untuk mengatur skema agar tidak terjadi lonjakan pengunjung, diantaranya ada Centre Point Mall Medan.

Marcomm Mal Centre Point, Jabes Abraham mengungkapkan bahwa sudah melakukan persiapan hingga 90 persen untuk skema pengaturan pengunjung agar tidak terjadi pembludakan.

"Persiapan sudah 90 persen tinggal kita achievement 10 persen untuk diterapkan. 10 persen untuk teknis yang akan kami lakukan baik di protokol atau tim yang bertugas. Kalau dari skema kita sudah sampai 90 persen dan mudah-mudahan bisa memberikan impact yang baik," ungkap Jabes, Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Cara Amanda Manopo Kelola Stres, Habiskan Uang untuk Belanja, Kecapean karena Syuting Ikatan Cinta

Ada pun skema yang diterapkan oleh Centre Point Mall diantaranya membuat program promo dengan jadwal promo yang diterapkan dalam sesi jam sesuai kebutuhan masing-masing.

Tambahnya, Jabes juga mengatakan bahwa nanti akan ada tim pengawas tiap mal yang akan memantau jumlah pengunjung agar tidak beriringan atau berkumpul di tenant tertentu.

"Semua regulasi dibuat untuk menciptakan kondisi yang baik di tengah pandemi Covid-19 ini. Regulasi ini akan berkaitan dengan program yang ada contoh kalau pagi dibuat promo shopping agar menarik orang di pagi hari terus kalau sore kita buat program yang lain jadi seluruh skema akan dikemas agar bisa memecah kondisi customer yang ada. Kita berusaha biar tidak ada penumpukan massa yang sedang berbelanja atau hangout ataupun cari kebutuhan," ujarnya.

Dikatakan Jabes, nantinya akan ada penambahan personel pengawasan di luar dan dalam mal untuk memantau prokes yang ada di dalam mal.

"Ketika alarm kami berbunyi jika dalam keadaaan ramai maka dimungkinkan akan ada pembatasan. Tapi melihat kondisi layanan yang ada, ketika traffic-nya membludak maka akan ada penahanan khusus untuk di kondisi pintu masuk," tutur Jabes.

Peningkatan okupansi juga terjadi di Sun Plaza Medan. Marketing Communication Manager Sun Plaza, Yokie mengatakan bahwa ada terjadi peningkatan selama bulan Ramadan tapi belum terjadi signifikan.

"Ada peningkatan tapi belum drastis, karena minggu pertama mungkin. Peningkatan dibanding sebelumnya secara angka belum tahu. Kalau tidak ada jalur untuk mudik tentunya orang liburannya ke mal ya ada kemungkinan sih ada peningkatan," kata Yokie.

Terkait antisipasi menghadapi adanya lonjakan, Yokie juga turut mengimbau agar para pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan.

"Kita harap protokol kesehatan tetap diterapkan. Masker tetap digunakan kayak anak-anak kecil yang belum bisa menggunakan masker jangan dulu ke mal. Tidak ada batas usia, kita hanya mewajibkan seluruh pengunjung wajib pakai masker," pungkasnya.

Beberapa masyarakat ternyata yang memilih tidak melakukan mudik juga turut menyetujui jika lebaran memungkinkan untuk berkunjung ke mal.

"Ngak mudik sih tahun ini jadi kayaknya keliling-keliling Medan aja paling atau tempat wisata. Paling ke mal lah ajak anak-anak nanti," ucap Atik, seorang warga.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved