Breaking News:

Bentrok Rebutan Lahan

Bentrok Susulan Nyaris Terjadi, Kedua Kelompok Sempat Saling Lempar Batu

Tak berselang lama setelah personel Polsek Percutseituan meninggalkan lokasi ricuh, kedua kelompok nyaris terlibat bentrok susulan.

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Bentrokan nyaris kembali terjadi antara warga dan massa OKP di lokasi tanah garapan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Senin (26/4/2021).(TRIBUN MEDAN/FADLI) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Edi Sidauruk

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Tak berselang lama setelah personel Polsek Percutseituan meninggalkan lokasi ricuh di lahan garapan Jalan Meteorologi Ujung, Desa Sampali, Senin (26/6/2021), kedua kelompok nyaris terlibat bentrok susulan.

Seorang anggota kelompok tani Sepakat Kita Bersama Jaya berlari mengejar pekerja dari pengembang.

Terlihat dari kedua belah pihak saling melempar batu dan mengambil benda tumpul seperti kayu.

Bahkan dari kedua belah pihak sempat mau mengambil senjata tajam (sajam) ke posko masing masing.

Para emak-emak yang berada di lokasi mencoba melerai agar tidak terjadi kericuhan yang lebih parah.

Diberitakan sebelumnya, rebutan lahan garapan antara masyarakat dengan kelompok organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Jalan Meteorologi, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan kembali pecah.

Di tengah momen bulan suci Ramadan, kelompok OKP yang dituding bekingi pihak pemodal memaksa masyarakat untuk bungkam dan tidak melawan.

Sebelum bentrokan terjadi, ada upaya pemagaran dari sejumlah orang yang disebut-sebut merupakan pihak PTPN II.

"Enggak bisa kalian pagar seenaknya. Jangan main pagar-pagar aja," teriak sejumlah emak-emak di lokasi bentrokan, Senin (26/4/2021).

Menjawab hal itu, sejumlah lelaki yang membawa material bangunan mencoba dialog.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved