Breaking News:

Korupsi Cetak Sawah Ratusan Juta di Dairi, Pensiunan PNS Diadili di PN Medan

Tak tanggung-tanggung nilai kerugian negara atas ulah Edison dan dua terdakwa lain mencapai Rp 567.978.000. 

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang tindak pidana korupsi dengan terdakwa Edison Munte mulai digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Didakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Dairi hingga ratusan juta, Pensiunan PNS Edison Munte diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/4/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Pangaribuan menyebutkan bahwa warga Jalan Gereja, Parongil Desa Parongil Kabupaten Dairi itu, bersalah atas penyelewengan dana milik kelompok tani untuk perluasan cetak sawah seluas 100 hektar.

Edison bersama terdakwa lain yakni, Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga (berkas terpisah) melakukan perbuatan tersebut rentang waktu 2011 hingga 2012. 

Tak tanggung-tanggung nilai kerugian negara atas ulah Edison dan dua terdakwa lain mencapai Rp 567.978.000. 

Dikatakan Jaksa kalau terdakwa Edison  dalam perkara ini berperan sebagai pelaksana teknis kegiatan dana. 

Awal mulanya, kata jaksa, tahun 2011, Kab. Dairi mendapatkan dana perluasan sawah/cetak sawah yang bersumber dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI sebesar Rp 750 juta.

"Untuk pelaksanaannya ditetapkan kelompok pelaksana program cetak sawah tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Simungun Victor Sihombing," kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Elliwarti.

Jaksa melanjutkan, pada 9 Mei 2011 Kepala Dinas Pertanian Dairi Ir Herlina Lumbantobing, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), menetapkan terdakwa Edison Munte sebagai Pelaksana Teknis Kegiatan dan Staf Pengelola Dana Tugas Pembantuan untuk kelompok tani yang dimaksud.

"Kelompok Tani Maradu lalu membuat Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) sebagai acuan, dalam penggunaan dana kegiatan perluasan sawah/cetak sawah  Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kab. Dairi sebesar Rp 750 juta yang ditandatangani oleh pengurus kelompok Tani Maradu, diketahui oleh Viktor Sihombing selaku Kepala Desa dan terdakwa Edison Munte selaku Staf Pengelola dan disetujui oleh Theresia M Panggabean selaku pejabat pembuat komitmen," beber jaksa.

Dana itu rencananya akan digunakan untuk keperluan diantaranya pengadaan pupuk, pembelian benih padi,  pembersihan lapangan, pengadaan hand tracktor dan lainnya. 

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved