Breaking News:

Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai

Sekda Tanjungbalai Kabarnya Jadi Tersangka di KPK, Berikut Penjelasan Jubir Ali Fikri

Sekda Tanjungbalai Yusmada kabarnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK menyusul Wali Kota

Tribun Medan
Penyidik KPK memeriksa Sekda Tanjungbalai Yusmada, Rabu (21/4/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com,TANJUNGBALAI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kabarnya menetapkan Sekda Tanjungbalai Yusmada sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan.

Yusmada disebut-sebut terlibat kasus yang mendera Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Adanya kabar penetapan tersangka Sekda Tanjungbalai Yusmada diketahui berdasarkan surat berlogo KPK yang beredar di kalangan awak media.

Baca juga: Deal-dealan Suap Wali Kota Tanjungbalai di Rumah Wakil Ketua DPR, KPK Dalami Aliran Seluruh Dana

Menurut Juru Bicara KPK Ali Fikri, pihaknya belum bisa membeberklan kebenaran kabar itu.

Namun, kata Ali, bila waktunya tiba, penyidik akan mengumumkannya kepada publik.

"KPK pastikan pada waktunya akan menyampaikan kepada masyarakat mengenai konstruksi perkara dan alat buktinya serta akan dijelaskan siapa pihak yang telah di tetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya," kata Ali Fikri, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Kronologi Lengkap Penyuapan Penyidik KPK hingga Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan Tersangka

Dia mengatakan, memang benar saat ini penyidik mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai.

Namun, siapa pihak lain yang terlibat, Ali Fikri belum mau membeberkannya.

"Kami akan cek kebenaran surat dimaksud," kata Ali Fikri.

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial ditetapkan sebagai tersangka bersama penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Baca juga: Sah, Wali Kota Tanjungbalai Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK, Syahrial: Saya Mohon Maaf

Syarial diketahui memberi suap kepada Robin senilai Rp 1,3 miliar untuk membenam perkara dugaan jual beli jabatan yang diduga dilakukan Syahrial.

Menurut informasi yang disampaikan Ketua KPK Komjen Firli Bahruri, bahwa kasus suap yang melibatkan anak buahnya terjadi setelah Syarial bertemu dengan Stepanus di kediaman Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

Selanjutnya, setelah pertemuan itu, Robin mengenalkan Syahrial pada pengacara Maskur Husain.

Baca juga: Wali Kota Tanjungbalai Jadi Tersangka, Gubernur Edy Rahmayadi: Semua Bisa Berbuat Salah

Adapun maksud Robin mengenalkan Syahrial pada Maskur agar kasusnya bisa diurus lewat Maskur.

Belakangan diketahui, kasus suap ini terendus penyidik KPK lainnya.

AKP Stepanus Robin Pattuju akhirnya ditangklap Divisi Propam Mabes Polri dan ikut ditetapkan sebagai tersangka bersama Syahrial dan Maskur.(cr2/tribun-medan.vom)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved