Breaking News:

BTN Cabang Medan Target Salurkan KPR Untuk 3698 Unit di Tahun 2021

Diakui Hari, DP nol persen untuk perumahan dari pemerintah ini tampaknya belum menunjukkan adanya genjotan yang cukup signifikan.

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Warga melintas di depan rumahnya, di Perumahan KPR-BTN bersubsidi Griya Sirsak Sei Mencirim Jalan Salomo Ginting, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (25/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) menggenjot produk layanan bank untuk mendukung pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan meningkatkan layanan transaksi digital.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Cabang Medan mencatat ada peningkatan realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di tahun 2021 ini.

"Realisasi KPR di Tahun 2021 masih berjalan dengan kualitas yang terus meningkat. Per 25 April 2021, realisasi KPR sebanyak 1000 unit dengan nilai Rp 150 milyar," ungkap Branch manager BTN Medan, Hari Purnomo.

Adapun Target KPR tahun 2021 adalah sebanyak 3.698 unit atau senilai Rp 495 Miliar.

Diakui Hari, DP nol persen untuk perumahan dari pemerintah ini tampaknya belum menunjukkan adanya genjotan yang cukup signifikan.

"DP 0 persen belum memberikan dampak yang signifikan karena setiap developer rata rata menarik DP untuk lebih meyakini calon pembeli. Untuk KPR Subsidi sesuai ketentuan dari Kementrian PUPR juga masih dikenakan UM minimal 1 persen," ujarnya.

Namun begitu, Hari mengatakan bahwa untuk tahun ini, Bank BTN memberikan kebijakan baru untuk pengajuan KPR.

"Untuk tahun ini Bank BTN memberikan kebijakan proses untuk calon penerima KPR yang berprofesi sebagai karyawan kontrak/honorer sebagai ASN, BUMN, BUMD (serta anak usahanya) serta sector swasta yang telah ditentukan oleh Bank BTN," kata Hari.

Adapun persyaratan yang diberikan Bank BTN dalam melakukan seleksi para calon penerima KPR diantaranya melakukan wawancara awal kepada para calon penerima KPR.

"Bank BTN melakukan wawancara terlebih dahulu dengan calon penerima KPR untuk memastikan bahwa pihak yang mengajukan KPR adalah pihak yang benar dan memastikan kemampuan mengangsur dari calon penerima KPR," tuturnya.

Setelah melakukan wawancara awal, Bank BTN akan melakukan verifikasi by phone ke tempat kerja calon penerima KPR untuk memastikan bahwa calon penerima KPR bekerja sesuai dengan Surat keterangan yang dilampirkan.

Tambahnya, pihak Bank akan melakukan survei lokasi para pengaju KPR yang berprofesi sebagai wiraswasta.

"Bank BTN melakukan OTS lokasi usaha apabila calon penerima KPR berprofesi sebagai wiraswasta," pungkas Harry.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved