Breaking News:

TRIBUNWIKI

Fakta Menarik di Istana Maimoon, Dibangun Oleh Arsitek Bernama Theo Van Erp

Dengan luas 2.227m2, terdiri atas dua lantai dengan tiga bagian berupa bagian induk, sayap kanan, dan sayap kiri. 

TRIBUN MEDAN/YUFIS
Suasana Istana Maimoon, Selasa (27/4/2021) 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Istana Maimoon disebut sebagai istana Kesultanan Deli karena dibangun pada saat pimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 26 Agustus 1888 dan selesai 18 Mei 1991.

Dalam hal ini, Istana Maimoon juga menjadi ikon Kota Medan, bahkan sebagai destinasi wisata.

Baca juga: Masjid Raya Berastagi, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam

Berada di Jalan Brigadir Jenderal (Brigjen) Katamso, Medan Maimun, Sumatera Utara. 

Warga berwisata di areal Istana Maimun, Medan, Kamis (29/10/2020). Istana yang merupakan salah satu objek wisata sejarah kebanggaan masyarakat Medan itu dibangun pada 26 Agustus 1888, dan kini mulai ramai dikunjungi saat liburan.
Warga berwisata di areal Istana Maimun, Medan, Kamis (29/10/2020). Istana yang merupakan salah satu objek wisata sejarah kebanggaan masyarakat Medan itu dibangun pada 26 Agustus 1888, dan kini mulai ramai dikunjungi saat liburan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Istana Maimoon dibangun oleh Arsitek bernama Theo Van Erp sebagai tentara kerajaan Belanda dengan konsep kolaborasi antara Melayu, Eropa, dan Islam dan lainnya. 

Dengan luas 2.227m2, terdiri atas dua lantai dengan tiga bagian berupa bagian induk, sayap kanan, dan sayap kiri. 

Bagian depan ada 28 anak tangga terbuat dari marmer. Atap dan dinding bernuansa budaya Melayu dan Timur Tengah. 

Baca juga: Radiapoh Sinaga Sampaikan Pidato Perdana Dalam Sidang Paripurna DPRD Simalungun

Lalu didesain dengan warna kuning keemasan, hijau, dan merah.

Sedangkan perabotan yang ada seperti pintu dan jendela menggambarkan ciri khas Timur Tengah. 

Ada 30 ruangan yang memiliki fungsi seperti acara adat, ruang tamu dan sebagainya.

Warga mengunjungi objek wisata Istana Maimun, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/6/2020). Meski Medan saat ini belum memasuki kondisi untuk penerapan new normal atau era normal baru di tengah pandemi virus corona, namun tempat wisata itu telah ramai didatangi warga untuk menikmati libur akhir pekan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga mengunjungi objek wisata Istana Maimun, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/6/2020). Meski Medan saat ini belum memasuki kondisi untuk penerapan new normal atau era normal baru di tengah pandemi virus corona, namun tempat wisata itu telah ramai didatangi warga untuk menikmati libur akhir pekan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Tersedia juga halaman luas yang terbentang dengan hamparan rumput hijau.

Di halaman ini, ada bagunan unik dengan atap khas adat Karo yang di dalamnya ada Meriam Puntung.

Baca juga: Mantan Petinggi FPI Munarman Ditangkap Terkait Kasus Pembaiatan di UIN Jakarta, Makassar, dan Medan

Konon, Meriam Puntung disebut jelmaan Putri Hijau karena dirinya menolak pinangan dari raja Aceh.

Kemudian, diceritakan meriam tersebut menembak tanpa henti sampai terbelah dua.

Bagian setengahnya diungkapkan terlempar sampai di daerah Karo dan setengahnya lagi di Istana ini. 

(cr20/tribun-medan.com)

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved