Breaking News:

Kurir Sabu 56 Kg Lolos Hukuman Mati, MA Ringankan Jadi 17 Tahun Penjara

Terdakwa perantara jual-beli sabu seberat 56 kilogram, Boiman alias Boy Bin Kartowijoyo (56) lolos dari hukuman mati.

TRIBUN MEDAN / ALIF ALQADRI HARAHAP
Lima sekawan yang terlibat dalam peredaran sabu seberat 56 kilogram, Boiman, Iskandar, Sunarto, Suhairi, dan Marsimin dijatuhi vonis mati di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa perantara jual-beli sabu seberat 56 kilogram, Boiman alias Boy Bin Kartowijoyo (56) lolos dari hukuman mati.

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis mati yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi (PT) Medan terhadap Boiman. Hukumannya kini diperingan menjadi 17 tahun penjara.

Putusan ini mengubah vonis Pengadilan Tinggi (PT) Medan, yang sebelumnya menjatuhkan pidana mati terhadap warga Lingkungan II Batang Kilat, Desa Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan ini.

Penasihat hukum terdakwa Boiman, Tita Rosmawati SH membenarkan putusan MA terhadap kliennya.

"Benar. Kami menerima salinan putusan pada, Kamis 22 April 2021 lalu, bahwa klien kami Boiman divonis 17 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara oleh MA," kata Tita, Selasa (27/04/2021).

Selain Boiman, kata Tita, ia juga telah mengajukan Kasasi untuk ketiga terdakwa lainnya yakni Sunarto alias Narto bin M Suniyo, Suhairi alias Heri Bin Manjo dan Marsimin alias Min bin Mat Suwardi. Sementara untuk terdakwa Iskandar alias Is bin Hamid juga mengajukan kasasi melalui penasihat hukumnya.

"Namun, klien kami atas nama Suhairi dan Marsimin tetap dijatuhi hukuman mati oleh MA. Sementara untuk terdakwa Sunarto, kami belum menerima putusan dari MA," sebut Tita.

Baca juga: Tergiur Upah Rp 15 Juta Antar Sabu 21 Kg ke Jokowi, Dua Warga Asahan Divonis Mati

Sebelumnya, Boiman dan keempat terdakwa Iskandar alias Is bin Hamid, Sunarto alias Narto bin M Suniyo, Suhairi alias Heri Bin Manjo dan Marsimin alias Min bin Mat Suwardi masing-masing dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan.

Mereka terbukti bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim PN Medan, menghukum lima terdakwa dengan pidana mati. Hukuman itu sama dengan tuntutan JPU dari Kejari Medan Nur Ainun. Selanjutnya, lima terdakwa menempuh upaya banding.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved