Breaking News:

Tingkat Membaca di Sumatera Utara Masuk Kategori Mengkhawatirkan Sehingga Rentan Terpapar Hoaks

Minat baca masyarakat di Sumatera Utara ini masih tergolong minim sehingga rentan terpapar hoaks

Penulis: Angel aginta sembiring
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Kegiatan Kopi Darat Medan Membaca pada 18 April 2021 di Lapangan Merdeka Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Minat dan tingkat baca masyarakat di Sumatera Utara masih terbilang sangat minim.

Sehingga, masyarakat kita sangat mudah dan rentan terpapar informasi bohong atau hoaks. 

"Dapat dilihat di Kota Medan seringnya terperdaya kasus hoaks menunjukkan literasi itu rendah, membaca namun tidak memahami bacaan," kata Ketua Medan Membaca Peranita Sagala, Selasa (27/4/2021).

Ia mengatakan, berangkat dari minimnya minat baca dan literasi masyarakat, Peranita bersama rekan-rekannya pun mulai membentuk komunitas di tahun 2010.

Baca juga: Komunitas C4 Bagikan Takjil Dan Nasi Bungkus Gratis Untuk Mengambil Hikmah Bulan Suci Ramadan

Pada saat itu, Peranita dan teman-temannya bertemu lewat kegiatan kopi darat goodreads.com.

Kegiatan ini, kata Peranita, awalnya cuma sebatas meriview buku-buku baru yang muncul di pasaran.

Lama kelamaan, pertemuan Peranita dan teman-temannya semakin intens.

Baca juga: Berawal dari Pelecehan yang Dialaminya, Lusty Ro Malau Bentuk Komunitas Perempuan Hari Ini

"Tapi di tahun 2011, goodreads.com dijual ke Amazon. Sehingga goodreads Medan mengubah nama menjadi Medan Membaca," kata Peranita. 

Pada 2019, Medan Membaca mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai komunitas yang resmi.

"Jadi usia nya sejak ketemu 2010, tapi kalau dari terdaftar di Akte 2019. Oleh karena itu, Medan Membaca terdaftar didirikan pada 18 Januari 2019," katanya.

Baca juga: SANDIAGA UNO di Adang Komunitas Landrover Berbadan Tegap di Caldera, Ini yang Selanjutnya Terjadi

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved