Breaking News:

Bisnis Properti 140 Sektor Usaha Lain, Mulai Kuliner hingga Elektronik

Kebijakan perbankan, Kementerian PUPR untuk rumah subsidi masih butuh penyesuaian untuk developer dan konsumen

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengunjung melihat maket perumahan yang dipajang di sebuah gerai dalam pameran properti, di Sun Plaza, Medan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Diterjang pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu, kini pengusaha properti di Sumut mulai optimistis penjualan perumahan dan apartemen kembali pulih pada triwulan 3 tahun 2021.

Hal ini terlihat dari mulai berjalannya proyek pembangunan apartemen dan rumah subsidi di Kota Medan dan kota lainnya di Sumut.

Dikatakan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatra Utara Andi Atmoko Panggabean, para pengembang mulai bergeliat kembali untuk membeli lahan dan melakukan pembangunan.

“Pasti optimis. Kawan-kawan yang membangun rumah subsidi, apartemen atau rumah menengah tetap membangun, tetap membuka proyek baru, dan membeli lahan baru. Itu menunjukkan bahwa geliat industri properti atau perumahan tetap berjalan,” ungkap Moko, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Pengembang Optimis Bisnis Properti di Sumut Pulih Pada Triwulan Ketiga

Dikatakan Moko, sebelum Covid-19 melanda, peningkatan penjualan perumahan dan apartemen di Sumut bisa tumbuh hingga 20 persen per tahun. 

Namun, tahun 2020 menjadi keterpurukan bisnis properti perumahan yang hanya tumbuh sekitar 5 hingga 10 persen.

Tentunya, kesuksesan vaksinasi Covid-19 menjadi tolak ukur REI Sumut memproyeksi pemulihan kinerja bisnis properti.

Selain itu, stimulus DP 0 persen dan PPN ditanggung pemerintah (DTP) ternyata memengaruhi penjualan properti tahun ini, meski belum signifikan.

“Sampai bulan Maret penjualan relatif stabil karena masih di awal-awal. Kebijakan perbankan, Kementerian PUPR untuk rumah subsidi masih butuh penyesuaian untuk developer dan konsumen,” jelas Moko.

Bergeliatnya kembali bisnis properti ini akan memberikan efek ganda atau multiplier effect terhadap 140 sektor industri lain, diantaranya bisnis keramik, genteng, batu bata, semen, transportasi, hingga sektor kuliner.

Kata Moko, pembangunan rumah komersil untuk konsumen kategori menengah ke atas melibatkan lebih banyak sektor usaha, seperti bisnis furniture dan peralatan elektronik.

“Untuk konsumen rumah komersil pasti akan beli AC, furniture, kitchen set, sofa. Begitulah kalau industri properti berjalan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pembangunan 100 unit rumah di lahan seluas dua hektar dapat memberdayakan setidaknya 50 orang pekerja bangunan.

Sebelumnya, Moko menjelaskan hingga triwulan 1 2021 penjualan rumah di Sumut meningkat hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan tersebut berasal dari penjualan rumah subsidi atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan penjualan rumah komersil.

Tahun ini, REI Sumut menargetkan penjulan rumah mencapai 20 ribu unit. Target tersebut naik sekitar 33 persen dibandingkan penjualan rumah tahun 2020 sebanyak 15 ribu unit.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved