Breaking News:

Didakwa Menghasut di Demo Omnibuslaw, Ketua KAMI Medan Dituntut 2 Tahun Penjara

Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Khairi Amri dengan pidana penjara selama dua tahun.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang tuntutan ketua dan anggota KAMI di ruang cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Ir Khairi Amri kini dituntut pidana penjara selama 2 tahun dalam sidang di ruang cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (28/4/2021).

Jaksa Penuntut Umum Arief Susanto menilai, Khairi terbukti bersalah melakukan Tindak pidana penghasutan berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pasal 60 KUHP, jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Khairi Amri dengan pidana penjara selama dua tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tuntut Jaksa. 

Sementara itu, terdakwa lainnya yang merupakan anggota KAMI Medan, Wahyu Rasasi Putri dituntut berbeda yakni 1 tahun penjara, denda Rp 100 juta dengan subsidar 2 bulan penjara.

Jaksa menilai Wahyu terbukti bersalah melakukan tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 45A ayat (2) UU ITE jo pasal 28 ayat 2 UU RI no 19 tahun 2016.

Dalam pertimbangan jaksa adapun hal yang memberatkan, karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah mengenai pengesahan Undang-Undang  Cipta Kerja atau Omnibuslaw.

Hal yang meringankan terdakwa merasa bersalah, mengakui dan menyesali perbuatannya. "Terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa belum pernah dihukum," kata Jaksa.

Usai mendengar tuntutan Jaksa, majekis hakim.yang diketuai tengku Oyong menunda sidang pekan depan dengan agenda pledoi.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa menuturkan perkara yang menjerat kedua terdakwa bermula pada September Tahun 2020 lalu, saat Terdakwa Khairi berinisitif membentuk komunitas KAMI di Kota Medan secara independen seperti KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo (mantan Panglima TNI).

"Meskipun Terdakwa belum pernah berkomunikasi dan tidak ada kaitannya dengan KAMI, yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo. Dalam rangka persiapan tersebut, Terdakwa  berinisiatif untuk membentuk komunitas melalui grup whatsaap KAMI Medan," kata Jaksa.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved