Breaking News:

Penggerebekan Swab Antigen Bekas di KNIA

Soal Alat Rapid Tes Bekas di Bandara Kualanamu, Berikut Jawaban Resmi PT Kimia Farma

PT Kimia Farma memberikan jawaban resmi terkait kleterlibatan oknum pekerjanya yang menggunakan alat rapis test bekas

Tribun Medan/ Fredy
Palsukan Alat Rapid Tes Antigen, Lima Orang Petugas Medis Diamankan Polda Sumut di Bandara Kualanamu 
  • Petugas laboratorium PT Kimia Farma di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara diduga nakal dan curang.
  • Lima orang perugas tes antigen covid-19 di Bandara Kualanamu diduga menggunakan alat bekas yang sudah dipakai, dicuci lalu digunakan kepada orang lain
  • Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan mendukung sepenuhnya langkah penegakan hukum kepada lima terduga petugas tes antigen

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-- PT Kimia Farma yang namanya disebut-sebut dalam kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) ahirnya memberikan jawaban resmi.

Dalam siaran persnya, PT Kimia Farma mengatakan bahwa layanan rapid test di Bandara KNIA itu dipegang oleh PT Kimia Farma Diagnostik.

PT Kimia Farma Diagnostik ini merupakan cucu usaha dari PT Kimia Farma.

Baca juga: Selebgram Bertubuh Seksi di Medan Diciduk Petugas Terkait Arisan Online

Atas kejadian yang memalukan tersebut, PT Kimia Farma mendukung penuh upaya kepolisian dalam mengungkap kasus ini.

"Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu yang diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat Rapid Tes Antigen tersebut," kata Adil Fadhilah Bulqini, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Rabu (28/4/2021). 

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik itu merugikan perusahaan dan bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur perusahaan.

Baca juga: Menjijikkan, Alat Rapid Test Bekas dari Mulut Orang Dipakai ke Orang Lain, Dinkes: Pidanakan

Lalu, kata Adil, tindakan oknum tersebut merupakan bentuk pelanggaran yang sangat berat. 

"Kami akan berikan tindakan yang tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku."

"Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak zaman Belanda untuk memberikan layanan dan produk yang berkualitas serta terbaik," sebutnya.(cr8/tribun-medan.com) 

Penulis: Goklas Wisely
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved