Breaking News:

Atusan Lebaran dan Salat Id

Aturan Lebaran di Sumut Dilarang Open House, Gubernur: Bukan Kita Pelit

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyebut jajaran Forkopimda tengah membahas soal aturan Salat Id tahun ini

TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI
Edy Rahmayadi calon Gubernur Sumatera Utara 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Pandemi Covid-19 belum juga mereda meski telah berlangsung dalam kurun lebih dari setahun belakangan.

Dampak dari situasi tersebut,  pemerintah pun mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada lebaran tahun ini yang berlaku bagi seluruh elemen masyarakat.

Tak hanya itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut akan menggelar rapat untuk membahas pelaksanaan Salat Id yang akan berlangsung pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

Baca juga: RIZKY Billar Mau Beli Saham PSMS Medan, Harus Berhadapan Dulu dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

"Dalam beberapa hari, kami akan rapat dengan forkopimda untuk juga menanyakan tentang pelaksanaan Salat Id,"

"Apakah salat di masjid masing-masing, di rumah masing-masing atau seperti apa? Tergantung kondisi covid-19 dan disiplinnya rakyat," ucap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Rabu (28/4/2021).

Edy pun menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Padahal, orang nomor satu di Pemprov Sumut itu mengaku tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu patuh, di antaranya dengan tidak membuat kerumunan.

Baca juga: Merasa Kecolongan, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Maaf Atas Adanya Swab Antigen Bekas di Kualanamu

Tetapi masyarakat dinilai masih abai dan menganggap remeh imbauan tersebut.

Sehingga pemerintah terpaksa membuat kebijakan tak populer demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Sumut.

"Open house dilarang, buka puasa bersama pun tidak boleh. Bukan kita pelit. Baiknya diberikan kepada orang yang membutuhkan, saat ini lebih baik buka puasa di tempat masing-masing," tegasnya.

Sementara terkait larangan mudik, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto menyebutkan pihaknya akan melakukan penyekatan di setiap pintu masuk Sumut, dengan mendirikan check point.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Minta Kepala Daerah yang Dilantiknya Tak Bikin Malu Karena Terjerat Hukum

"Kami akan menginventarisir tempat-tempat masuk, pertama wilayah perbatasan, kedua wilayah bandar udara dan ketiga wilayah laut. Ini kita inventarisir, kemudian kita bangun di situ pengendali-pengendali untuk masyarakat yang masuk," ucap Dadang, Rabu.

Menurut Dadang, sudah ada aturan yang wajib ditaati masyarakat, bagi yang akan memasuki wilayah Sumut di rentang waktu 6-17 Mei 2021.

"Secara teknis sudah diatur dan sudah ada ketentuan-ketentuannya. Apakah mereka bergerak membawa antigen dan sebagainya,"

"Kalau mereka memaksa, maka akan diisolasi dan sebagainnya," sebut mantan Kapolrestabes Medan itu.

Ia pun menyatakan bahwa pelaksanaan penyekatan yang mereka lakukan akan bersamaan dengan Operasi Ketupat Toba 2021.(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved