Breaking News:

Penggerebekan Swab Antigen Bekas di KNIA

INILAH Kelima Pelaku Daur Ulang Rapid Antigen, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Adapun inisial ke limanya yakni, PC selaku Bisnis Manager dan PLT Kepala kantor beserta anggotanya yakni, DP, SP, MR dan RN.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak saat pimpin pengungkapan kasus rapid Antigen daur ulang, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus daur ulang rapid Antigen di Bandara Kualanamu yang berhasil diungkap petugas Ditreskrimsus Polda Sumut pada Selasa (27/4/2021) lalu, menetapkan lima orang tersangka.

Adapun inisial ke limanya yakni, PC selaku Bisnis Manager dan PLT Kepala kantor beserta anggotanya yakni, DP, SP, MR dan RN.

Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak yang pimpin pengungkapan di Mapolda Sumut mengatakan hari ini merilis hasil penangkapan penanganan perkara tindak pidana di bidang kesehatan. 

Yang berhasil diungkap jajaran direktorat reserse kriminal khusus Polda Sumut pada Selasa (27/4/2021) lalu.

"Pada tanggal 27 April 2021 lalu, melakukan atau memproduksi, mengedarkan atau menggunakan di bidang farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu. Para pelaku yang diungkap ini, mereka memproduksi, mendaur ulang stik yang digunakan untuk alat rapid Antigen ini oleh para pelaku yang dicuci kembali dengan cara mereka sendiri lalu dikemas dan digunakan kembali untuk tes swab di bandara Kualanamu," ujarnya didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Wakapolda Sumut Brigjen pol Dadang Hartanto, Kamis (29/4/2021).

Lanjut Kapolda Sumut, para pelaku dikomandoi oleh Bisnis Manager di kota Medan berinisial PC.

Di mana Kimia Farma melakukan kontrak kerja sama dengan Angkasa Pura II. "BM yang ditunjuk ini adalah pejabat sementara. Tentu proses daur ulang tidak memenuhi standar dan di bidang kesehatan. Di mana itu dipergunakan kembali dan dibuatkan surat keterangan," katanya.

Dari hasil pengungkapan, lanjut Irjen Panca Putra, kasus ini sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2020, itu sementara yang dilakukan penyelidikan oleh petugas.

"Diketahui bahwa daur ulang dilakukan di lab di Bandara Kualanamu. Stick tersebut setelah digunakan harusnya dipatahkan, namun mereka tidak mematahkan. Pelaku mengumpulkan dan mencucinya kembali dengan alkohol. Kasus ini masih kita kembangkan, dan tidak menutup kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya," ungkapnya.

Para pelaku yang diamankan, lanjut Panca, disangkakan pasal undang-undang kesehatan dan konsumen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved