Penggerebekan Swab Antigen Bekas di KNIA

INILAH Peran Bisnis Manager Kimia Farma Medan di Balik Kasus Rapid Antigen Bekas Bandara Kualanamu

Tersangka PC yang menjabat Bisnis Manager yang juga Plt Kepala Kantor Kimia Farma Kota Medan, berperan vital di balik kasus rapid antigen bekas

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak saat pimpin pengungkapan kasus rapid Antigen daur uang, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tersangka PC yang menjabat sebagai Bisnis Manager yang juga Plt Kepala Kantor Kimia Farma Kota Medan, berperan vital di balik kasus alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Tersangka PC merupakan sosok yang mengkoordinir empat bawahannya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sumut.

Adapun keempat tersangka lainnya yakni DP, SP, MR dan RN.

"Bisnis Manager yang diamankan berinisial PC. Kami juga amankan empat orang lainnya yang berperan membantu PC yakni DP, SP, MR dan RN. Keempatnya dikoordinir oleh PC," ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, dalam pengungkapan kasus di Mapolda Sumut, Kamis (29/4/2021).

BACA: Sengkarut Rapid Tes Bekas Bandara Kualanamu

Kapolda menuturkan, dalam pelayanan rapid antigen yang menjadi syarat bagi calon penumpang pesawat ini, Kimia Farma melakukan kontrak kerja sama dengan PT Angkasa Pura II.

Dari hasil pengungkapan, lanjut Kapolda, kasus ini sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2020.

Para pelaku mencuci kembali alat rapid tes antigen yang telah dipakai, lalu dikemas dan digunakan kembali untuk tes swab di Bandara Kualanamu.

“Dalam sehari, stick daur ulang itu bisa digunakan 100-150 orang masyarakat yang hendak melakukan perjalanan,” imbuhnya.

"Tentu proses daur ulang tidak memenuhi standar dan di bidang kesehatan. Di mana itu dipergunakan kembali dan dibuatkan surat keterangan," terang Kapolda.

Irjen Panca menaksir selama ini, para pelaku telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1,8 miliar.

"Yang kita sita Rp 149 juta. Motif mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Baca juga: 5 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Tes Antigen Daur Ulang, Keuntungan Pelaku Capai Rp 1,8 Miliar

Tidak hanya mengamankan para pelaku, petugas berhasil mengungkap proses daur ulang yang dilakukan di kantor Kimia Farma di Jalan Kartini.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui bahwa kegiatan daur ulang dilakukan di kantor Kimia Farma di Jalan Kartini," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved