Breaking News:

Kelompok Petani Sawit Segera Mendapat Insentif Peremajaan Sawit Rakyat Tahun 2021

Potensi kelapa sawit yang tumbuh secara positif ini tentunya akan berdampak dengan peningkatan ekspor. 

Kompasiana / Asprila Yehuda
Ilustrasi Perkebunan Sawit 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Potensi kelapa sawit yang tumbuh secara positif ini tentunya akan berdampak dengan peningkatan ekspor. 

Demi meningkatkan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Dinas Perkebunan juga baru melakukan perjanjian kerjasama tiga pihak antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Bank Mitra, dan kelompok tani di kantor Dinas Perkebunan Sumut, Kamis (29/4/2021).

Perjanjian ini dilakukan untuk mendukung program merealisasikan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) 2021.

Syamsul mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan perjanjian ini, pihak koperasi atau kelompok tani akan mendapatkan 

"Kita baru saja melakukan perjanjian dan setelah ini dilakukan proses pencairan uang ke kelompok," ungkap Kasi Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Perkebunan Sumut sekaligus Koordinator PSR Sumut, Syamsul Bahri Ritonga.

Dikatakan Syamsul, hingga saat ini Dinas Perkebunan masih memproses pengajuan dari pihak kelompok tani untuk mendapat insentif peremajaan kelapa sawit.

Untuk tahun 2021, Syamsul menyebutkan bahwa target untuk PSR di Sumut seluas 20500 Ha dan per Maret 2021 sudah dalam proses verifikasi seluas 3000 Ha. 

Dalam pelaksanaan PSR ini, Syamsul menyebutkan bahwa pemerintah menggelontorkan dana insentif sebesar Rp 30 juta per hektare sejak tahun 2020 setelah sebelumnya hanya berkisar Rp 25 juta.

"Diakan bantuan dari pengolahan data perkebunan dibawah Kemenko akan diberikan dana Rp 25 juta dari P0-P1. Kemudian dalam membangun kebun kan gak cukup hanya segitu, kemudian disoundingkan ke bank dengan bunga 7 persen," tuturnya.

Syamsul menjelaskan bahwa petani sawit yang mendapat insentif harus sesuai dengan persyaratan yang cukup dipermudah oleh pemerintah.

Dengan adanya pelaksanaan PSR ini, diharapkan hasil panen memiliki kualitas yang tinggi. Tentunya hal ini akan mendongkrak volume CPO di tahun 2021 ini. 

Sebagai informasi, komoditas paling banyak diekspor dari pelabuhan yang dikelola Pelindo I adalah CPO dan turunannya dengan tujuan terbesar Cina dan India.

Pelindo I mencatat per akhir Maret 2021,ekspor CPO mencapai 723.626 ton dan kontribusi pengiriman CPO ini berada pada kisaran 28-35 persen dari total bongkar muat yang ada di wilayah Pelindo I.

(cr13/tribun-medan.com) 

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved