Breaking News:

Pastor Katolik Ini Kutuk Aksi Diskriminasi Terhadap LGBT, Ronal: Hargai dan Hormati Ciptaan Tuhan

Pastor Katolik ini mengajak sesama manusia saling menghormati termasuk dengan kelompok LGBT. Sebab LGBT juga ciptaan Tuhan

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/KRISTEN EDI SIDAURUK
Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Cepereanus Gea (kiri) dan Pastor Ronal Sitanggang (kanan) saat menjadi narasumber pada diskusi Pandangan Gereja Katolik terhadap LGBT, Senin 26/4/2021.(TRIBUN MEDAN/KRISTEN EDI SIDAURUK) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Pastor Vikariat II Keuskupan Agung Medan (KAM) RD Ronal Sitanggang mengutuk adanya aksi diskriminasi yang terjadi pada kalangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Menurutnya, aksi diskriminasi tidak perlu dilakukan.

Sebab, kata Pastor Ronal, LGBT juga manusia ciptaan Tuhan. 

"Kalau kita mengenal seseorang dengan tindakan seksual menyimpang, dalam hal ini kita sebut korban, jangan ditinggalkan, bantu dan doakanlah. Kita berjuang bersama-sama," kata Pastor Ronal saat hadir dalam diskusi bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan St. Bonaventura, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Kristen Gray Dideportasi Akibat Cuitan Twitter Sebut Bali Beri Kenyaman Bagi Kaum LGBT

Pada kesempatan ini, tema yang diusung PMKRI memang seputar LGBT.

Mereka merasa perlu mengangkat itu karena banyak diskriminasi yang terjadi pada kalangan yang memiliki penyimpangan orientasi seksual tersebut. 

"Perilaku Lesby, Gay, Biseksusal dan Transgender merupakan perilaku menyimpang dan itu merupakan dosa dalam agama Katolik. Namun jangan sampai ada diskriminasi," tambah Pastor Ronal.

Dia mengatakan, sifat seksual menyimpang diterima oleh gereja katolik, namun 'tindakan' seksual menyimpang diharamkan karena tujuan seksualitas tidak terwujud yakni lahirnya hidup baru dan saling mencintai antara suami dan istri.

Baca juga: Catat Belasan Selebriti Menyatakan Diri Sebagai LGBTQ, Buka-bukaan Tentang Orientasi Seks Mereka

Maka dari itu, ia mengungkapkan gereja gereja katolik menyediakan pembinaan dan pengampunan melalui sakramen tobat dengan syarat keterbukaan dari pelaku seksual menyimpang.

“Jika memiliki ‘kecenderungan’ kearah perilaku seksual menyimpang, pertama jangan menyalahkan diri sendiri," ungkapnya.

Pastor Ronal mengatakan, jika berlarut-larut menyalahkan diri sendiri, artinya orang yang mengalami penyimpangan seksual itu sudah melanggar HAM.(cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved