Breaking News:

News Video

Sempat Buron 2 Tahun Perkara Korupsi, Wadir CV Dame Rumata Dituntut 18 Bulan Penjara

Hotman Simanjuntak yang terjerat perkara korupsi Pekerjaan Rehabilitasi kini dituntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sempat menjadi buron selama 2 tahun. Wakil Direktur CV Dame Rumata, Hotman Simanjuntak yang terjerat perkara korupsi Pekerjaan Rehabilitasi di Desa Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah kini dituntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (29/4/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra Edison menilai, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diancam dalam pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Hotman Simanjuntak dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan," kata Jaksa.

Selain itu, Jaksa juga meminta supaya Hotman dihukum membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 731 juta lebih.

Dikatakan Jaksa uang tersebut telah terdakwa serahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati) beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Hotman, Jaksa juga menuntut hal serupa kepada Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Unggul Sitorus dan Sahrul Badri.

Dikatakan Jaksa adapun yang memberatkan hukuman para terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah memberantas narkotika, sementara yang merindukan terdakwa bersikap sopan di persidangan.

Usai membacakan tuntutan, Majelis Hakim yang diketahui Syafril Pardamean Batubara menunda sidang pekan depan dengan agenda pledoi.

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa, bahwa perkara korupsi tersebut terungkap saat adanya audit Badan BPKP Perwakilan Sumut. Ada temuan kelebihan bayar, sehingga merugikan negara Rp 731 juta lebih.

Dalam perkara ini, terdakwa Unggul Sitorus, Sahrul Badri selaku Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan rekanan Hotman Simanjuntak selaku Wakil Direktur CV Dame Rumata yang menandatangani pembayaran 100 persen, seolah-olah sudah sesuai dengan isi kontrak dengan pekerjaan di lapangan.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Hotman sudah masuk ke daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejati Sumut sejak November 2018. Kemudian berhasil diamankan pada 6 Oktober 2020 di rumahnya di Desa Sabung Nihuta I, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara.

(cr21/tribun-medan.com)

TRIBUN MEDAN/GITA

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved