Breaking News:

Akses Jalan Ke Kota Medan Ditutup di Malam Takbiran dan Salat Id di Lapangan Merdeka Ditiadakan

Untuk malam takbiran, Pemko Medan akan melakukan penyekatan akses jalan yang menuju ke pusat kota demi mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat.

HO/Dinas Perhubungan Medan
Para petugas sedang melakukan penutupan jalan di Jalan T Amir Hamzah pada Sabtu (28/3/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengaku telah melakukan berbagai persiapan jelang lebaran 1442 hijriah, demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di ibukota Sumut itu.

Untuk malam takbiran, Pemko Medan akan melakukan penyekatan akses jalan yang menuju ke pusat kota demi mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat.

Bobby pun menganjurkan kepada seluruh masyarakat pada malam Hari Raya Idul Fitri, agar melakukan kegiatan takbiran cukup dari di masjid-masjid.

"Di Kota Medan ada 1.115 masjid. Mungkin kegiatan takbiran cukup di masjid-masjid kita. Karena Dishub kita pada malam takbiran akan menutup 32 titip persimpangan yang menuju pusat Kota Medan, untuk mengurangi masyarakat dari Binjai dan Deliserdang masuk ke Kota Medan," kata Bobby, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (30/4/2021).

Di samping larangan kegiatan takbiran keliling, Bobby juga mengajak agar pelaksanaan Salat Id Hari Raya Idul Fitri tahun ini, masyarakat melakukannya di masjid-masjid sekitar tempat tinggal masing-masing.

Sebab pada tahun ini, sesuai arahan Gubernur Sumut, kegiatan Salat Id di Lapangan Merdeka akan ditiadakan. Hal itu dilakukan, lantaran pandemi covid-19 masih melanda Sumut, khususnya Kota Medan.

"Salat Id di Lapangan Merdeka ditiadakan. Agar tidak terjadi keramaian. Dan melaksanakan Salat Id di masjid lingkungannya masing-masing," imbaunya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan bahwa khusus kawasan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo pada waktu larangan mudik 6-17 Mei 2021 mendatang tidak ikut dilakukan penyekatan.

Namun, Edy meminta masyarakat agar berlebaran di rumah masing-masing. Ia mengimbau masyarakat tidak mendatangi tempat-tempat wisata yang bisa menimbulkan kerumuman orang.

Bila terjadi kerumuman di tempat-tempat wisata, Edy mengaku personel gabungan akan dengan tegas menutup lokasi tersebut. Ia tidak ingin libur lebaran membuat kasus covid-19 di Sumut meningkat.

"Ada kegiatan-kegiatan yangbdiatur bupati dan wali kota yang daerahnya merupakan tempat wisata. Melakukan protokol kesehatan secara ketat. Pembatasan orang-orang yang datang ke tempat wisata tersebut. Kalau tidak bisa dilakukan, dia akan ditutup dan dibubarkan," tegas mantan Ketua Umum PSSI itu.

(ind/tribun-medan.com)
 

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved