Breaking News:

Bupati Poltak Sitorus Perintahkan Kepala Desa di Toba Menyediakan Ruang Isolasi Covid-19

“Ketiga, pengaturan kegiatan masyarakat terutama kegiatan sosial/ budaya/ keagamaan dan kegiatan bidang usaha/ tempat wisata,” sambungnya. 

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Bupati Toba Poltak Sitorus menyanggah surat edaran yang beredar. Poltak memastikan surat edaran itu tidak perlu ditanggapi.(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Bupati Toba Poltak Sitorus melayangkan surat edaran terkait penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Toba. Surat edaran tersebut telah dikirimkan kepada masing-masing Kepala Desa, Camat, Pimpinan Lembaga Agama, Tokoh Adat/ Masyarakat, Pengusaha/ Pemilik Gedung Pesta, dan Pengelola Tempat Wisata sejak Selasa (27/4/2021). 

“Dengan memperhatikan semakin meningkatnya warga yang terkonfirmasi Covid-19, maka dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba disampaikan beberapa hal, sebagai berikut: pertama, agar diaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat kecamatan maupun kelurahan/ desa,” tulis Bupati Toba Poltak Sitorus dalam surat edaran tersebut yang diterima Tribunmedan.id pada Jumat (30/4/2021). 

Dalam surat terrsebut, Bupati Toba Poltak Sitorus menegaskan kepada lurah dan kepala desa mengadakan musyawarah desa  dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Hal ini diperlukan untuk menentukan lokasi/tempat isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test dengan tanpa gejala (dapat berupa bangunan/rumah kosong).

“Memberi pemahaman kepada masyarakat bilamana ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar tidak dikucilkan, tetapi mengajak warga agar memberikan rasa solidaritas dan saling bergotong royong dalam memberikan bantuan selama dalam proses isolasi serta menghimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

Ia juga menyampaikan agar mengaktifkan posko kelurahan/desa guna membatasi dan mengidentifıkasi warga yang maşuk ke wilayahnya berasal dari luar Kabupaten Toba dengan membuktikan hasil rapid test yang masih berlaku 

“Pendanaan mengenai pencegahan penularan Covıd-19 dapat memanfaatkan dana Kelurahan/Desa sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sambungnya. 

“Ketiga, pengaturan kegiatan masyarakat terutama kegiatan sosial/ budaya/ keagamaan dan kegiatan bidang usaha/ tempat wisata,” sambungnya. 

Keempat, camat, lurah dan kepala desa agar saling berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas/ Babinsa secara berjenjang dan dapat menghubungi Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Toba yang beralamat di Villa Sapadia, Jl. Sutomo Pagar Batu Balige. 

“Kelima, srat edaran ini berlaku mulai tanggal 28 April 2021 s/d 17 Mei 2021 selanjutnya dapat dievaluasi,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved