Breaking News:

Ceritanya Bikin Merinding, Pengalaman Jenderal TNI AL di KRI Nanggala 402: Alhamdulillah saat Itu

sebelum tenggelam di perairan Bali, KRI Nanggala-402 sudah pernah mengalami situasi blackout. "10 detik turun 90 meter, saya merinding ..." kata Laksa

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
facebook
KRI Nanggala-402 - Ceritanya Bikin Merinding, Pengalaman Jenderal TNI AL di KRI Nanggala 402: Alhamdulillah saat Itu 

TRIBUN-MEDAN.com - Duka mendalam masih dirasakan atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402 usai bukti otentik menunjukkan kapal selam andalan TNI AL itu tenggelam di dasar perairan sebelah utara Bali pada Minggu (25/4/2021).

Setelah hilang kontak pada Rabu (21/4/2021), status KRI Nanggala-402 dinyatakan subsunk (tenggelam) oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto Sabtu (24/4/2021). Status ini dirilis usai menerima bukti otentik yang dihasilkan dari tim pencari. 

Ketika itu, Laksamana Yudo Margono menduga KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout atau mati listrik saat dinyatakan hilang kontak hingga tenggelam di laut utara Bali.

Menurut Yudo Margono, visual terakhir yang dilihat tim penjejak Komando Pasukan Katak ( Kopaska), lampu kapal dalam keadaan menyala saat masuk ke dalam air.

Bahkan, isyarat perang tempur dan menyelam masih terdengar dari kapal penjejak yang berada sekitar 50 meter dari KRI Nanggala 402.

Baca juga: Suheri, PNS Korban KRI Nanggala Bukan Orang Sembarang, Punya Kemampuan Khusus, Dapat Jaminan Jokowi

KRI Nanggala-402
KRI Nanggala-402 (facebook)

Dengan adanya isyarat tempur dan lampu yang masih menyala itu, Yudo menduga KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout.

"Lampu hidup, bahkan isyarat perang tempur dan perang menyelam masih terdengar kapal penjejak yang berjarak 50 meter. Dari itu saya menduga kapal tak blackout," kata Yudo Margono di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4/2021).

Yudo menegaskan, jumlah cadangan oksigen di KRI Nanggala-402 masih belum pasti.

Sebab, ada dua kondisi yang menentukan jumlah pasokan oksigen kapal selam itu.

Kondisi pertama, cadangan oksigen hanya bertahan 72 jam jika kapal dalam kondisi blackout.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved