Breaking News:

Di Tengah Krisis Oksigen, Pria Ini Jual Tabung Oksigen Rp200 Perak untuk Bantu Korban Covid-19

Bagaimana tidak, rumah sakit-rumah sakit di India saat ini kekurangan pasokan tabung oksigen dan juga mengalami overkapasitas pasien.

Editor: Liska Rahayu
India Today
Di tengah mahalnya harga tabung oksigen di kondisi Tsunami Covid-19, pria ini jual tabung oksigen hanya Rp200 perak. 

TRIBUN-MEDAN.com – Pandemi Covid-1 di India saat ini sedang tidak terkendali.

Angka kasus positif setiap harinya terus naik, begitu pula dengan angka kasus kematian akibat Covid-19.

Kebanyakan kasus kematian Covid-19 yang terjadi di India karena kekurangan oksigen.

Baca juga: Pisah Ranjang Digoda Hotman Paris, Celine Evangelista Sentil Stefan William, Aksinya Banjir Pujian

Baca juga: MEWAHNYA Rumah Mayangsari, Perabotan Berkelas, Pintu Rumah Segede Gaban, Ada Lampu Kristal Gantung

Bagaimana tidak, rumah sakit-rumah sakit di India saat ini kekurangan pasokan tabung oksigen dan juga mengalami overkapasitas pasien.

Tabung gas oksigen saat ini menjadi benda yang sangat bernilai tinggi melebihi apapun.

Di tengah mahalnya harga tabung oksigen di kondisi Tsunami Covid-19, pria ini jual tabung oksigen hanya Rp200 perak.
Di tengah mahalnya harga tabung oksigen di kondisi Tsunami Covid-19, pria ini jual tabung oksigen hanya Rp200 perak. (India Today)

Alasannya adalah banyak rumah sakit kehabisan tabung gas untuk menopang hidup pasien Covid-19 di India.

Akibatnya, kebutuhan yang tinggi tetapi dengan tabung gas yang sedikit membuat harganya melambung drastis.

Bahkan kini tabung gas dihargai setara emas di India karena kebutuhannya yang tinggi.

Baca juga: Ceritanya Bikin Merinding, Pengalaman Jenderal TNI AL di KRI Nanggala 402: Alhamdulillah saat Itu

Baca juga: Tsania Marwa Gagal Jemput Anak dari Kediaman Atalarik Syach, Ternyata Hal Ini Alasannya

Akan tetapi, meski harganya melambung tinggi, ada seorang pria yang justru menjual tabung gas dengan harga yang nyaris gratis.

Kekurangan oksigen membuat pria ini memutuskan menghentikan produksi baja tahan karat dan fokus memproduksi oksigen.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved